HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal, mendorong para peserta Pelatihan Vokasi Nasional Semester II Tahun 2026 untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh agar mampu bersaing di dunia kerja, Senin (26/10/2026).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Kendal, Ardhi Prasetiyo, di sela-sela kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional Semester II Tahun 2026, Senin (26/10/2026).
Ditekankan, bahwa Pelatihan Vokasi Nasional Semester II Tahun 2026 merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja.
“Pelatihan ini diikuti sebanyak 93 peserta dengan total 180 jam pelatihan. Kami berharap keterampilan yang telah diperoleh, baik di bidang menjahit maupun otomotif, dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja sesuai kompetensinya. Selain endapatkan materi pelatihan dan sertifikat kelulusan, peserta juga diberikan kesempatan mengikuti uji kompetensi,” kata Ardhi.
Ia pun menegaskan, Disperinaker Kendal juga akan terus mendorong keterhubungan antara lulusan pelatihan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk melalui peluang rekrutmen yang dibuka oleh perusahaan.
“Bagi peserta yang ingin berwirausaha, dalam mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri yang produktif. keterampilan,” tandas Ardhi.
Dijelaskan, dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali terampilan sesuai bidang yang diminati, di antaranya pelatihan menjahit dan otomotif.
“Setelah menyelesaikan program, peserta mendapatkan modul materi pelatihan, sertifikat kelulusan, serta bantuan uang saku. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan sesuai bidang keahlian yang dipelajari,” jelas Ardhi.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah erpartisipasi dalam mendukung
Menurutnya, penyelenggaraan pelatihan vokasi, dan keterlibatan dunia usaha dinilai penting untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya berharap adik-adik terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Manfaatkan ilmu dan keterampilan yang sudah diperoleh, serta terus tingkatkan kemampuan agar dapat mengikuti kebutuhan dunia kerja, baik di bidang garmen, teknologi, maupun teknik mesin,” pesan Bupati.
Melalui keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, para lulusan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.(HS)


