HALO SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberangkatkan 40 mahasiswa untuk mengikuti program International Experiential Learning (IEL) di dua perguruan tinggi ternama Malaysia, yakni Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universiti Teknologi Petronas (UTP).
Program yang berlangsung pada 11–17 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi UPGRIS dalam memperkuat internasionalisasi kampus, memperluas wawasan global mahasiswa, sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Pelepasan peserta dilakukan melalui seremoni Student Dispatch Ceremony International Experiential Learning (IEL) to Malaysia di Gedung Pusat Lantai 2 UPGRIS, Semarang, beberapa waktu lalu.
Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, mengatakan, pengalaman belajar di luar negeri memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan kualitas institusi.
Menurutnya, program internasional tersebut memiliki keterkaitan dengan pencapaian target IKU, peningkatan akreditasi institusi, serta penguatan implementasi kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
“Program internasional ini memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian target Indikator Kinerja Utama, akreditasi institusi, serta implementasi kerja sama luar negeri. Oleh sebab itu, program ini harus terus dijalankan dan diajukan demi mendorong pencapaian internasional kampus,” ujar Sapto.
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program internasional merupakan bagian dari upaya menjadikan sivitas akademika UPGRIS semakin aktif dalam lingkungan pendidikan global. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh perspektif baru, mengenal budaya akademik yang berbeda, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.
Meski demikian, Sapto berpesan agar para peserta tetap menjunjung nilai-nilai luhur dan menjaga nama baik almamater selama mengikuti kegiatan di Malaysia.
“Tetap perhatikan tujuan utama, yaitu membawa nama baik Universitas PGRI Semarang. Teruslah mempromosikan citra positif UPGRIS di dunia internasional,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, menjelaskan bahwa program outbound IEL kali ini merupakan gelombang keempat. Sebanyak 40 mahasiswa akan dibagi ke dua perguruan tinggi tujuan untuk mengikuti kegiatan akademik dan pengalaman lintas budaya.
Menurut Nur Hidayat, seluruh peserta telah melalui sejumlah tahapan persiapan, mulai dari sosialisasi program, koordinasi, hingga pengurusan paspor. Setelah seremoni pelepasan, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan intensif terkait agenda akademik dan budaya yang akan dijalani selama berada di Malaysia.
Dari total 40 peserta, sebanyak 20 mahasiswa ditempatkan di Universiti Teknologi Malaysia. Mereka berasal dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Teknik Sipil, dan Hukum.
Sementara itu, 20 mahasiswa lainnya akan mengikuti program di Universiti Teknologi Petronas. Peserta kelompok ini berasal dari program studi PGSD, Teknik Sipil, Informatika, Teknologi Pangan, Hukum, Manajemen, dan Bisnis Digital.
Melalui program IEL, UPGRIS berharap mahasiswa tidak sekadar memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi, memperluas perspektif lintas budaya, dan membangun jejaring akademik internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif sekaligus memperkuat posisi UPGRIS dalam pengembangan pendidikan tinggi berorientasi global.(HS)


