in

Suwardi Gandeng PT Kendali Artha, Petani Jagung di Kendal Bakal Dapat Akses Permodalan

Sosialisasi masa reses Anggota Komisi B DPRD Kendal, Suwardi dengan para petani penanam jagung di wilayah Dapil 4 Kendal, sehubungan dengan musim tanam jagung yang dihadapi petani.

HALO KENDAL – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Suwardi, menggandeng PT Kendali Artha untuk membantu permodalan petani jagung di Kabupaten Kendal. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Program tersebut difokuskan pada fasilitasi biaya tanam, mulai dari pengadaan bibit, pupuk organik, pupuk kimia, hingga biaya tenaga kerja. Dukungan permodalan ini diharapkan membantu petani mempersiapkan kebutuhan tanam tanpa terkendala keterbatasan biaya.

Suwardi yang juga menjabat Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah itu mengatakan, inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil reses dan sosialisasi bersama petani jagung di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kendal.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Suwardi bersama Direktur Utama PT Kendali Artha, Ashari, beserta jajaran manajemen, menggelar sosialisasi dengan kelompok tani di Desa Sidokumpul dan Kalilumpang, Kecamatan Patean, Minggu (11/10/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Desa Sidokumpul, Ari Rimbawanto, serta diikuti sekitar 50 petani.

“Karena itu, kami bersama-sama melakukan sosialisasi kepada kelompok tani di Desa Sidokumpul dan Kalilumpang, Kecamatan Patean,” ujar Suwardi.

Dalam pertemuan tersebut, para petani berdiskusi langsung dengan pihak PT Kendali Artha untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi, terutama terkait akses pembiayaan menjelang musim tanam.

Suwardi mengatakan, para petani menyambut antusias rencana kerja sama tersebut. Diskusi yang berlangsung secara kekeluargaan itu menghasilkan kesepahaman mengenai perlunya skema pembiayaan yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Petani sangat antusias mengikuti sosialisasi. Setelah berdiskusi dan menemukan titik temu, disepakati perlunya akses pembiayaan yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, para petani sepakat membentuk kelompok-kelompok kecil dengan jumlah maksimal 15 anggota. Hingga kegiatan sosialisasi berakhir, telah terbentuk sembilan kelompok yang akan berkomunikasi lebih lanjut dengan PT Kendali Artha untuk membahas kebutuhan pembiayaan.

Suwardi berharap, komunikasi antara kelompok tani dan perusahaan dapat segera berjalan intensif agar persiapan tanam tidak terlambat. Dengan dukungan modal yang memadai, petani diharapkan bisa menjalankan usaha taninya dengan lebih baik dan memperoleh pendapatan yang meningkat.

“Setelah sosialisasi ini, semoga komunikasi antara kelompok tani dan PT Kendali Artha bisa langsung intensif sehingga petani tidak terlambat memasuki musim tanam. Harapannya, program ini dapat meningkatkan pendapatan petani,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama PT Kendali Artha yang hadir langsung untuk berdialog dengan petani dan mendengarkan kebutuhan mereka.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kendali Artha, Ashari, menyatakan dukungannya terhadap rencana fasilitasi permodalan tersebut. Menurut dia, keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari kontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung.

“Sebagai perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Kendal, kami berkontribusi membantu para petani melalui dukungan permodalan untuk program ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah,” ungkap Ashari.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan produksi sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Kendal.

Kepala Desa Sidokumpul, Ari Rimbawanto, turut mengapresiasi langkah Suwardi yang telah menyerap dan memperjuangkan aspirasi petani di wilayahnya. Menurut dia, akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani dalam menghadapi musim tanam.

“Matur nuwun kepada Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Bapak Suwardi, yang telah menyerap dan memperjuangkan aspirasi para petani. Saat ini, mereka memang membutuhkan modal untuk menghadapi masa tanam,” ujarnya.(HS)

IHG Hadirkan Hotel Indigo di Yogyakarta, Investasi Baru Bidik Wisatawan Premium