in

Gelar Kick Off BIK 2026 di Banjarnegara, OJK Dorong Literasi Keuangan Hingga Pelosok Desa

Kick Off Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2026 se-eks Karesidenan Banyumas, yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (8/10/2026). (Foto : banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, menggelar Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 se-eks Karesidenan Banyumas, di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (8/10/2026).

Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari mengatakan BIK setiap tahun selalu diselenggarakan pada bulan Oktober, untuk memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat.

Dengan semakin luasnya akses, maka jangkauan edukasi keuangan tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan saja, tetapi juga menyentuh kelompok masyarakat di daerah pedesaan.

“Harapannya dengan inklusi itu literasi keuangan tidak hanya merambah perkotaan tapi juga pedesaan bahkan daerah yang terluar,” katanya

Berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Pelaku Uaha Jasa Keuangan (PUJK). Kegiatan ini diikuti pula oleh 840 peserta secara luring dan daring, baik pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, hingga petani di empat kabupaten di eks Karisidenan Banyumas.

Dikatakan, target inklusi keuangan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dipatok mencapai 98 persen pada tahun 2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) bersama BPS, indeks inklusi keuangan telah mencatatkan angka yang sangat baik yakni 93,61 persen, yang berarti sebagian besar masyarakat telah mengakses produk dan layanan jasa keuangan.

Kendati demikian, tantangan utama saat ini adalah masih adanya gap atau kesenjangan dengan indeks literasi keuangan yang berada di angka 69,57 persen.

“Dari 100 orang, baru sekitar 69 orang yang benar-benar paham. Ini menjadi PR kita bersama agar masyarakat yang sudah terinklusi juga memiliki pemahaman yang baik terhadap produk keuangan yang mereka gunakan, sehingga terhindar dari risiko penipuan,” ungkapnya

Dalam kesempatan ini juga, OJK turut mengingatkan masyarakat agar senantiasa menerapkan prinsip legal dan logis sebelum memanfaatkan produk keuangan apa pun.

Masyarakat diminta untuk selalu mengecek legalitas lembaga penyedia jasa serta menilai apakah tawaran keuntungan atau hasil yang diberikan masuk akal.

“Masyarakat juga kami imbau agar lebih berhati-hati terhadap maraknya modus penipuan digital atau scam, tawaran pinjaman online ilegal, judi online, investasi bodong, serta jebakan buy now pay later akibat perilaku FOMO atau takut ketinggalan tren. Jangan mudah tergiur dengan tautan hadiah atau pesan singkat mencurigakan,” tegas Dinavia

Mengusung tema Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera, rangkaian BIK 2026 di wilayah kerja OJK Purwokerto diisi dengan berbagai agenda, mulai dari edukasi keuangan hingga puncak kegiatan Financial Expo yang rencananya akan diselenggarakan di Rita Supermall Purwokerto pada 24 Oktober mendatang.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono optimis kegiatan BIK 2026 akan mendukung pencapaian target literasi dan inklusi keuangan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan penggunaan layanan jasa keuangan secara terintegrasi, masif dan berkelanjutan.

Ia pun berharap melalui BIK 2026 dapat menambah pengetahuan dan literasi keuangan bagi pelajar, aparatur sipil negara dan masyarakat pada umumnya seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan digitalisasi.

Sehingga dapat melatih siswa dan masyarakat untuk berperilaku hemat dan terarah serta meminimalisir dampak judol, pinjol dan investasi bodong yang sangat masif promosinya baik di aplikasi pesan instan maupun media sosial serta platform market online.

“Melalui momentum Kick Off BIK 2026 ini, Pemkab Banjarnegara berharap literasi keuangan pelajar, ASN, dan masyarakat luas dapat semakin meningkat di tengah pesatnya digitalisasi,” katanya. (HS-08)

 

 

Pemprov Jateng Bantu Biaya Indekos Mahasiswa NTT Terdampak Gempa

Kapolres Boyolali Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas