HALO SEMARANG – Kondisi talud ambrol di ruas Jalan Kencana Candi Raya, Perumahan Pasadena, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang semakih parah. Longsoran semakin melebar bahkan terlihat mulai menggerus bagian badan jalan karena tak kunjung dilakukan perbaikan.
Dikhawatirkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bisa membuat akses jalan terputus total serta membahayakan pengguna jalan.
Salah satu warga, Haryanto menjelaskan, bahwa longsoran talud kondisinya semakin parah. Semakin hari bagian longsornya bertambah panjang karena besarnya tekanan dari kendaraan yang masih melintas di jalan tersebut.
“Talud ambrol yang tadinya tidak sampai 10 meter, sekarang tambah menjadi lebih 20 meter. Karena beban dari kendaraan yang lewat di jalan itu besar, jadi membuat longsoran tambah lebar,” katanya, Senin (5/10/2026).
Warga berharap, kondisi talud ambrol dengan lebar sekitar tiga meter dan ketinggian mencapai lima meter bisa ditangani secepatnya dari Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Apalagi, kejadian talud longsor tersebut juga mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Semarang, Mualim.
Menurut Mualim, pihaknya sempat melaporkan kepada Walikota Semarang dan finas teknis terkait mengenai ambrolnya talud jalan yang dikeluhkan warga.
“Kami minta ambrolnya talud bisa ditangani secepatnya. Takutnya semakin lama jadi tambah parah, kan mengingat tidak lama lagi memasuki musim hujan,” ujarnya, saat ditemui dalam kegiatan kerjabakti di lokasi talud longsor, beberapa waktu lalu.
Mualim berharap talud ambrol secepatnya ditangani, dan untuk sementara ini warga sudah membersihkan sisa material longsor dan membersihkan rumput di sekitar lokasi.
“Masyarakat bergotong- royong menangani sementara agar gerakan tanah tidak makin melebar, di dekat longsoran sudah diberi tali pembatas agar tidak membahayakan pengendara yang melintas. Kami minta segera dilakukan perbaikan, kerjabakti warga ini sifatnya hanya melakukan penanganan sementara, membersihkan dan menaikkan sisa material yang ambrol ke lokasi yang lebih aman,” paparnya.
Mualim menilai, kondisi talud perlu segera ditangani karena mengkhawatirkan masyarakat.
“Jika tidak direspon cepat, warga pun was-was akses jalan umum bisa lumpuh, kalau dibiarkan dalam waktu lama akan putus total. Apalagi, makin hari sudah makan jalan aspal, ini membahayakan pengguna, yang juga dilalui truk muatan barang yang makin memperparah kondisi jalan ambrol,” pungkasnya. (HS-06)

