in

Bukan Sekadar Rumah Pejabat, Rumah Dinas Taj Yasin Dibuka Jadi Ruang Silaturahmi Warga

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menggelar pengajian di rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Jalan Rinjani, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026).

HALO SEMARANG – Pagar rumah dinas biasanya identik dengan fasilitas pejabat. Namun, suasana berbeda terlihat di rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di Jalan Rinjani, Kota Semarang.

Rumah tersebut tak hanya menjadi tempat tinggal selama menjalankan tugas sebagai wakil gubernur. Berbagai kegiatan masyarakat juga digelar di sana, mulai dari silaturahmi, pengajian, hingga aktivitas sosial dan kemasyarakatan.

Suasana itu kembali terlihat pada Jumat (2/10/2026), ketika rumah dinas Taj Yasin menjadi tempat berkumpul para alumni Madrasah Ghazaliyah Syafiiyah (MGS) Sarang, Rembang, dalam agenda Ngaji Pahingan Liwamagaza.

Para alumni datang untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti kegiatan keagamaan. Rumah yang sehari-hari menjadi kediaman orang nomor dua di Jawa Tengah itu pun berubah menjadi ruang pertemuan yang lebih cair, jauh dari kesan formal sebuah kantor pemerintahan.

Bagi Taj Yasin, kondisi tersebut memang menjadi bagian dari fungsi rumah dinas yang ingin ia bangun selama menjalankan amanah sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Ini bukan rumah saya. Ini rumahnya masyarakat Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Menurut dia, rumah dinas merupakan fasilitas yang melekat pada jabatan. Karena itu, keberadaannya diharapkan tidak menciptakan jarak antara pejabat dan masyarakat.

Keterbukaan rumah dinas, lanjut Taj Yasin, menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan tersebut. Masyarakat dapat datang untuk bersilaturahmi, berdiskusi, maupun menggelar kegiatan yang memiliki manfaat sosial.

Di tengah rutinitas pemerintahan yang kerap berlangsung di ruang-ruang formal, rumah dinas itu pun memiliki fungsi lain sebagai ruang perjumpaan.

Tidak ada podium besar atau suasana rapat yang kaku. Masyarakat bisa duduk bersama, berbincang, mengikuti pengajian, dan menjaga tali silaturahmi.

Taj Yasin berharap aktivitas semacam itu terus berlangsung. Rumah dinas yang secara administratif merupakan fasilitas jabatan tersebut diharapkan tetap memiliki ruang bagi masyarakat Jawa Tengah.

Ia ingin rumah itu menjadi tempat masyarakat dapat bertemu, bertukar pikiran, mempererat silaturahmi, sekaligus menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan.

Dengan begitu, rumah dinas tidak berhenti sebagai tempat tinggal seorang pejabat, tetapi juga menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka.(HS)

Baksos Polres Kendal, 30 Keluarga di Dukuh Sigentong Rowosari Terima Bantuan Beras

TPA Jatibarang Masih Menyimpan Bara, Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Api Tersembunyi