HALO BOYOLALI – Sebanyak 3.500 buruh tani tembakau menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Bantuan sosial yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Boyolali dan mulai dibagikan, Selasa (29/9/2026) di Kantor Kecamatan Cepogo.
Penyerahan BLT diawali secara simbolis oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, kepada para buruh tani tembakau di Cepogo.
BLT yang diberikan sebesar Rp600 ribu dan penyalurannya dikelola oleh PT Pos Indonesia. Khusus di Kecamatan Cepogo, terdapat 395 penerima manfaat.
Selanjutnya Kecamatan Boyolali ada 50 penerima manfaat, Kecamatan Ampel 14 penerima manfaat, Kecamatan Banyudono 91 penerima manfaat, dan Kecamatan Gladagsari 882 penerima manfaat.
Kemudian Kecamatan Sawit 105 penerima manfaat, Kecamatan Selo 283 penerima manfaat, Kecamatan Tamansari 180 penerima manfaat, dan Kecamatan Teras 74 penerima manfaat.
Untuk Kecamatan Juwangi ada 304 penerima manfaat, Kecamatan Mojosongo 439 penerima manfaat, Kecamatan Musuk 598 penerima manfaat, Kecamatan Wonosamodro 76 penerima manfaat, dan Kecamatan Wonosegoro 9 penerima manfaat.
Bupati Agus menyampaikan harapan BLT ini akan benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia mengatakan, tembakau merupakan salah satu potensi besar Kabupaten Boyolali.
Melihat potensi ini, Bupati Agus juga memastikan, gudang tembakau di Boyolali akan mulai dioperasikan serta akan mulai menerima penjualan dan pembelian. Pihaknya juga menyampaikan, telah menjalin kerja sama bersama PT Djarum dan PT Alliance One Indonesia (AOI).
“Saya membukakan pintu untuk perusahaan-perusahaan besar, kulo nuwun disana minta kuota, tinggal nanti saya serahkan Bapak Ibu semuanya biar bisa ikut menyuplai ke pabrik-pabrik besar. Pokoknya sekarang tembakau benar-benar kita perhatikan,” kata Bupati Agus, seperti dirilis boyolali.go.id.
Salah satu penerima BLT, Kardi, warga Desa Genting Kecamatan Cepogo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Boyolali.
Ia mengaku, nantinya bantuan ini akan digunakan untuk biaya sekolah anaknya dan membeli pupuk untuk pertaniannya.
“Semoga dengan bantuan ini kedepannya para petani akan semakin maju, bantuan tetap mengalir terus agar petani lebih makmur lagi, alhamdulillah atas bantuan ini. Semoga pemerintah tetap amanah,” ungkapnya. (HS-08)


