in

Jembatan Gantung Dibangun, Waktu Tempuh Warga Cepokomulyo-Margomulyo Dipangkas Jadi 5 Menit

Tasyakuran pembangunan jembatan gantung di Desa Cepokomulyo Kecamatan Gemuh - Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Rabu (23/9/2026).

HALO KENDAL – Warga Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh dan Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, bakal memiliki akses penghubung baru yang memangkas waktu tempuh perjalanan antardesa.

Jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa tersebut mulai dibangun. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan warga, menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, selama ini warga harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Waktu tempuh bahkan bisa bertambah hingga 30 menit ketika perjalanan terhambat kereta api yang melintas.

Dengan jembatan gantung tersebut, waktu perjalanan diperkirakan dapat dipangkas menjadi hanya sekitar lima menit.

“Jika lewat jalan yang ada sekarang, warga membutuhkan waktu sekitar 20 menit, bahkan bisa sampai setengah jam jika ada kereta api yang lewat. Namun dengan adanya jembatan gantung ini, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi hanya sekitar lima menit,” kata Dyah saat menghadiri tasyakuran pembangunan jembatan gantung di Desa Cepokomulyo, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Proyek itu juga direalisasikan melalui aspirasi Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano.

Pembangunan jembatan gantung tersebut menggunakan anggaran APBN dengan nilai lebih dari Rp4,8 miliar. Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada CV Tiogo Makmur.

Dyah meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan sesuai target waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja. Dengan begitu, jembatan tersebut diharapkan dapat segera digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang paling penting pengerjaannya tepat waktu dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas, sehingga jembatan ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dyah, pembangunan jembatan gantung bukan satu-satunya dukungan infrastruktur yang direalisasikan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan aspirasi Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano.

Salah satunya melalui program Jalan Daerah atau IJD untuk penanganan ruas Jalan Sumberagung-Penyangkringan di Kecamatan Weleri. Saat ini, progres fisik pekerjaan tersebut disebut telah mencapai sekitar 75 persen.

Selain itu, terdapat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar 578 unit rumah. Program tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kendal yang tercatat masih sekitar 32 ribu unit.

Pemkab Kendal juga mendapat dukungan melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) serta Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

“Program tersebut untuk pembangunan infrastruktur permukiman perdesaan serta percepatan perbaikan irigasi di 115 titik untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada lahan pertanian saat musim kemarau,” jelas Dyah.

Sementara itu, Ketua Umum Tim Rumah Juang Herviano, Ihksan Kusbandono, yang mewakili Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano, mengatakan pihaknya terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan melalui berbagai program pembangunan.

Salah satu realisasinya adalah pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Cepokomulyo dan Desa Margomulyo.

“Harapan kita jembatan gantung ini bisa membantu aktivitas masyarakat. Petani bisa lebih dekat ke sawah, pedagang lebih efisien beroperasional, dan pekerja tidak lagi terhambat dalam perjalanan,” ujar Ihksan.

Menurutnya, sebagian besar aspirasi masyarakat yang diterima berkaitan dengan infrastruktur pertanian dan permukiman. Perbaikan irigasi sawah menjadi salah satu usulan yang banyak disampaikan, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

Selain irigasi, aspirasi masyarakat juga diwujudkan melalui program PISEW berupa betonisasi jalan menuju area persawahan dan perkebunan, Pamsimas, serta BSPS untuk penanganan rumah tidak layak huni.

“Aspirasi kita banyak, tetapi yang paling dominan adalah irigasi sawah untuk menunjang program ketahanan pangan pemerintah. Kemudian, ada program PISEW untuk betonisasi jalan usaha tani, Pamsimas, hingga program BSPS atau bedah rumah tidak layak huni,” katanya.

Ihksan menambahkan, pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Setelah selesai, jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Desa Cepokomulyo Taftuhin Arif mengatakan, pada tahun ini desanya mendapatkan alokasi dua program pembangunan infrastruktur, yakni P3-TGAI dan pembangunan jembatan penghubung.

Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar dan jembatan tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Cepokomulyo, Desa Margomulyo, maupun masyarakat Kendal secara lebih luas.

“Harapannya dengan diadakan doa bersama ini, proses pembangunan jembatan nantinya bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Cepokomulyo, Margomulyo, serta masyarakat Kabupaten Kendal pada umumnya,” ujarnya.

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano yang telah merealisasikan aspirasi masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada Bupati Kendal atas dukungan dan izin yang diberikan sehingga pembangunan jembatan dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Kami berharap agar alokasi anggaran untuk program pembangunan Desa Cepokomulyo dan desa-desa lain di Kabupaten Kendal dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bupati Dyah mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga jembatan tersebut setelah selesai dibangun. Menurutnya, fasilitas publik tersebut nantinya menjadi milik dan tanggung jawab bersama.

“Setelah jembatan ini selesai dibangun, fasilitas ini menjadi milik masyarakat bersama. Saya berpesan kepada warga untuk merawatnya dengan baik, menjaga kebersihan serta keamanannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Dyah.(HS)

Sukses Selenggarakan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat

Pekerjaan Cepat Selesai Tidak Otomatis Menunjukkan Sebuah Kinerja