HALO SEMARANG – Guna memberikan pilihan kemudahan akses mobilisasi kepada masyarakat terutama layanan moda transportasi massal yang lebih nyaman, aman dan ramah lingkungan, Trans Semarang saat ini mulai menggunakan kendaraan bus listrik. Armada elektrifikasi Trans Semarang baru ini diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersamaan dengan Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 di komplek Balaikota Semarang, Rabu (23/9/2026).
Peresmian bus listrik ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga oleh Walikota Semarang, Agustina Wilujeng didampingi Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin, dan jajaran pemerintah kota Semarang, manajemen karoseri bus Laksana serta tamu undangan. Walikota juga nampak masuk kedalam bus, dan mengecek sarana serta fasilitas di dalamnya, selanjutnya ikut berkeliling naik bus listrik yang memutari jalan Pemuda.
Direktur Teknik PT Laksana Bus Manufaktur, Stefan Arman menjelaskan, bus listrik yang dilaunching untuk Trans Semarang, telah dibekali fitur keselamatan dengan teknologi canggih, mulai dari kekuatan chasis, ketahanan battere, sampai dukungan perawatan pemakaian kendaraan.
“Kami mensupport kota Semarang yang saat ini sudah mengubah tata kota yang lebih sustainability dan ramah lingkungan. Sebagai patner yang bergerak di industri otomotif nasional yang sudah TKDN tetap mendukung upaya pemerintah kota Semarang dalam meremajakan bus dengan kendaraan elektrifikasi,”ujarnya, usai acara launching bus listrik.
Stefan juga menjelaskan, permintaan kendaraan listrik terus meningkat seiring masuknya di era elektrifikasi saat ini. “Selain itu, kendaraan bus listrik yang kami produksi telah dirancang dengan frame dan dilengkapi interorior dan eksterior serta memiliki timelife panjang, begitu juga pemasangan panel -panel, fitur- fitur modern, untuk mendukung transportasi bus listrik di wilayah perkotaan, termasuk kota Semarang,”katanya.
Keunggulan lainnya, bus listrik Trans Semarang ini didukung dengan battere dengan kapasitas 340 kwh, memiliki jarak tempuh sampai 250 kilometer. Jadi untuk operasional setiap harinya tidak harus mengisi ulang battere lagi, cukup sekali pengisian battere sebelum operasional pada malam harinya. “Untuk menjaga kesehatan battere, jangan sampai pemakaian battere hingga habis, minimal harus ada sisa 1-20 persen, sudah diisi ulang,”paparnya.
Dalam sambutannya, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, kehadiran bus listrik memberikan banyak pilihan mobilitas layanan masyarakat yang aman, nyaman dan ramah lingkungan. Sekaligus bagian upaya peremajaan Trans Semarang, yang sebanyak 132 merupakan kendaraan baru dari total 280 armada, 27 diantaranya adalah kendaraan listrik, untuk memberikan layanan yang lebih ramah lingkungan, inklusif dan nyaman serta aman.
“Sudah saatnya setiap orang berpikir, dan menjadi sebuah gerakan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik yang aman dan tidak merepotkan, dan kenyamanan juga lebih baik dibandingkan dengan kendaraan berbahan fosil,”pungkasnya.
Sebagai informasi, operasional bus listrik akan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 25 September 2026, ditargetkan beroperasi penuh sampai akhir tahun 2026. Dengan rute perdana melayani koridor 1, yaitu Terminal Mangkang sampai Penggaron. (HS-06)


