HALO BLORA – Yayasan Perguruan Islam (YPI) PSM Randublatung, melalui program Ecogenz, berkolaborasi Perum Perhutani KPH Randublatung dan UIN Walisongo Semarang, mengajak santri SMK Sabilul Muttaqien (PSM) Randublatung untuk mengenal, merawat, dan memanfaatkan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan bertajuk Green Talk “Kenali dan Rawat Si Jati, Pohon Sejuta Manfaat” ini, digelar dalam rangka HUT Ke-83 Pesantren YPI PSM Randublatung, di YPI PSM Randublatung, Blora, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti 25 siswa sekaligus santri SMK PSM Randublatung itu, tak hanya mengenalkan pohon jati dan manfaatnya, Ecogenz juga mendorong lahirnya komitmen sekolah menuju nol sampah.
Para santri diajak memahami bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk mengurangi dan mengolah sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Ketua YPI PSM Randublatung, Alifa Nur Fitri, seperti dirilis blorakab.go.id, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan santri.
“Melalui kegiatan ini, santri SMK PSM Randublatung bisa memanfaatkan alam sesuai dengan tema HUT ke-83, yaitu Eratkan Persatuan PSM Berkelanjutan. Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi materi, tetapi menjadi kebiasaan dan aksi nyata di sekolah. Salah satunya dengan mengajak siswa untuk peduli dan merawat bumi,” tutur Alifa Nur Fitri.
Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Walisongo tersebut menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.
“Manusia memiliki peran sebagai pemimpin, pengatur, dan penanggung jawab di muka bumi. Karena itu, alam harus dikelola dan dimakmurkan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ajaran Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, Pendamping Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di bawah Perum Perhutani KPH Randublatung, Daruwati memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenal dan menjaga lingkungan.
Para santri juga diperkenalkan dengan pohon jati yang memiliki berbagai manfaat, baik secara ekologis maupun bagi kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda agar peduli dengan alam,” ungkap Daruwati.
Edukasi lingkungan kemudian dilanjutkan oleh mahasiswa UIN Walisongo yang tergabung dalam Walisongo Public Relations Community (WPRC) yakni Naila Syarifah dan Atina Alda Sadena.
Keduanya mengajak para siswa mengenal sekaligus mempraktikkan pengolahan sampah organik melalui ecoenzim dan Mikroorganisme Lokal (MOL).
Dalam sesi tersebut, para santri diperkenalkan bahwa sampah rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, hingga nasi basi dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Materi dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah, tetapi juga terdorong untuk mempraktikkannya di lingkungan sekolah maupun rumah.
“Ecoenzim dan MOL ini bermanfaat bagi alam karena mampu mengolah sampah rumah tangga seperti sayur, kulit buah, dan nasi basi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Dari sisa dapur untuk bumi lestari. Ecoenzim dan MOL menjadi salah satu solusi ramah lingkungan yang bisa dimulai dari rumah kita sendiri. Bumi lestari dimulai dari langkah sederhana hari ini,” ujar Naila Syarifah.
Kepala SMK PSM Randublatung, Mulyono, mengapresiasi kegiatan Ecogenz sebagai inovasi yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen untuk memberikan pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan,” jelas Mulyono.
Kolaborasi antara Ecogenz PSM, Perhutani, dan UIN Walisongo menjadi bagian dari upaya menghadirkan gerakan lingkungan yang dekat dengan generasi muda.
Melalui edukasi tentang pohon jati hingga praktik pengolahan sampah organik, para santri diajak menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Semangat HUT Ke-83 PSM pun tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata menuju lingkungan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. (HS-08)


