in

Meriahkan Bersih Dusun, Warga Jurug di Karanganyar Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Bupati Karanganyar, Rober Christanto menyerahkan wayang kepada Ki Sri Susilo Tengkleng dari Boyolali, sebagai tanda dimulainya pergelaran wayang kulit di Dusun Jurug RT 02 RW 01, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Warga Dusun Jurug RT 02 RW 01, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, menyelenggarakan pergelaran wayang kulit semalam suntuk, sebagai bagian dari kegiatan tradisi Syukuran Bersih Dusun.

Pergelaran wayang kulit dengan lakon “Rama Tambak”, dengan menghadirkan dalang Ki Sri Susilo Tengkleng dari Boyolali.

Adapun lakon “Rama Tambak”, merupakan salah satu kisah dalam Ramayana, yang sarat pesan tentang perjuangan, kebersamaan, kesetiaan, dan semangat mencapai tujuan.

Alunan gamelan mengiringi jalannya pertunjukan, menambah semarak suasana malam.

Warga dari Dusun Jurug dan sekitarnya pun antusias menyaksikan pertunjukan hingga malam, sekaligus menjadikannya ruang untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan.

Semarak Bersih Dusun juga terasa di sektor ekonomi. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga membuka lapak di sekitar lokasi melalui bazar dengan konsep “UMKM dari warga untuk warga”.

Kehadiran bazar tersebut mendapat sambutan positif. Aneka makanan, minuman, dan produk UMKM warga turut dinikmati masyarakat yang datang menyaksikan wayang.

Dengan demikian, kegiatan Bersih Dusun tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan kerukunan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat Dusun Jurug.

Menurut Bupati, terselenggaranya pagelaran wayang kulit semalam suntuk menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Jawa masih terjaga.

“Guyub rukunnya warga Dusun Jurug ini luar biasa. Masyarakat bisa bersama-sama menggelar wayangan semalam suntuk, memberikan tontonan kepada warga sekaligus nguri-uri budaya,” ungkap Bupati Rober, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Bupati menegaskan, wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi bagian dari kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur. Karena itu, keberlangsungannya harus dijaga bersama, terutama melalui keterlibatan generasi muda sebagai penerus.

“Budaya wayangan ini jangan sampai hilang. Harus kita lestarikan dan harus ada regenerasi yang mencintai seni budaya wayang. Kalau tidak ada generasi penerus, lama-kelamaan budaya ini bisa hilang,” tegasnya.

Menurutnya, kekayaan seni dan budaya Indonesia juga memiliki daya tarik hingga ke mancanegara. Hal tersebut, kata Bupati, terlihat dari adanya warga negara asing yang datang ke Solo dan daerah sekitarnya untuk mempelajari kesenian tradisional, mulai dari memainkan gamelan hingga mendalami seni pedalangan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, semestinya menjadi pemantik kebanggaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai dan mempelajari budaya sendiri.

Jangan sampai kesenian tradisional Indonesia justru lebih banyak dipelajari oleh masyarakat dari negara lain, sementara generasi penerusnya semakin jauh dari budaya leluhur.

Bupati berharap kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat, seperti Bersih Dusun dan pagelaran wayang kulit, terus dipertahankan.

Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, gotong royong, dan kerukunan warga sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang.

“Harapannya, seni budaya wayang ini kelak bisa terus kita wariskan kepada anak cucu kita, sehingga tetap hidup dan lestari di Indonesia,” pungkasnya.

Pergelaran wayang kulit dalam Syukuran Bersih Dusun Jurug menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan kebersamaan dan ekonomi masyarakat. Budaya tetap hidup, kerukunan semakin erat, dan UMKM warga turut bergerak. (HS-08)

 

 

Haornas ke-43, Bupati Karangnyar : Karanganyar Harus Terus Lahirkan Atlet Berprestasi

Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Wonosobo Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal