in

Jelang Pembukaan MTQ Nasional, Pemprov Jateng Siapkan Media Center dan 4 Videotron

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto.

HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan dukungan teknologi digital dan komunikasi publik untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang telah siap digunakan.

Dukungan tersebut meliputi penguatan koneksi dan sinyal, penyediaan media center hingga empat titik videotron yang disiapkan untuk memudahkan masyarakat mengikuti rangkaian MTQ Nasional.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Diskomdigi Kota Semarang, Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional.

Menurut Lilik, dukungan Diskomdigi Jateng terbagi dalam dua bidang utama, yakni komunikasi publik dan media serta penyiapan infrastruktur teknologi digital.

“Progres sampai dengan hari ini kami telah siap melakukan keduanya. Tentu saja kami akan terus update dinamika yang berkembang,” kata Lilik, Jumat (11/9/2026).

Untuk mendukung kebutuhan peliputan dan penyiaran, Diskomdigi Jateng menyiapkan media center di kawasan venue utama Simpang Lima. Fasilitas tersebut akan mendukung penyiaran dari 12 venue yang digunakan untuk berbagai rangkaian lomba MTQ Nasional.

“Selain videotron kami juga menyediakan media center. Media center ada di kawasan venue utama Simpang Lima. Nanti di sana akan ada 12 venue yang itu merupakan penyiaran dari 12 venue,” ujarnya.

Tak hanya menyiapkan fasilitas bagi media, Pemprov Jateng bersama panitia juga mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pembukaan MTQ Nasional secara langsung.

Empat titik videotron disiapkan di sekitar kawasan Simpang Lima. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang tidak tertampung di venue utama untuk tetap mengikuti jalannya acara.

Keempat titik tersebut berada di pedestrian Simpang Lima sisi barat yang menghadap selatan, sisi selatan menghadap Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, serta sudut halaman Sekretariat DPRD yang menghadap Jalan Pahlawan.

“Itu titik-titik yang kita siapkan untuk mengantisipasi jika masyarakat datang ke Simpang Lima jika nantinya, karena antusias yang mungkin ada yang tidak tertampung di situ,” jelas Lilik.

Masyarakat juga dipersilakan hadir langsung di venue utama. Namun, untuk memberikan ruang bagi rangkaian acara yang membutuhkan area cukup luas, masyarakat dapat masuk dan menyaksikan panggung utama setelah defile kafilah dan Paskibraka selesai.

Sejumlah acara telah disiapkan dalam pembukaan MTQ Nasional, mulai dari seremoni, tari kolosal, pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ secara massal hingga penampilan penyanyi religi Opick.

“Perhelatan Musabaqoh ini adalah acaranya masyarakat, sehingga masyarakat dipersilakan hadir pada saat pembukaan maupun selama jalannya acara,” ujarnya.

Lilik memastikan kapasitas masyarakat di venue utama tetap cukup besar. Pasalnya, tidak seluruh area akan dipenuhi kursi maupun meja.

Setelah digunakan untuk defile kafilah dan tari kolosal, area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyaksikan panggung utama.

“Jadi dipastikan kapasitasnya cukup besar. Kemungkinan bisa sampai 1.000 orang karena tidak ada kursi atau meja,” ungkapnya.

Selain perlombaan utama, rangkaian MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang juga akan diramaikan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya job fair, bazar UMKM dan Pawai Ta’aruf.

Berbagai agenda tersebut diharapkan membuat MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan potensi Jawa Tengah kepada para peserta dan tamu dari berbagai daerah.(HS)

Imigrasi Semarang Gandeng Kementerian Haji Siapkan Paspor Calon Jemaah Haji 2027

537 Gagasan Lahir dari Pusaka Jateng, Pariwisata Disiapkan Jadi Mesin Pertumbuhan Baru