in

Cegah AIDS dan TBC hingga Malaria, Pemkab Blora Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Acara Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM), di Saung Mekar Sari, Embung Rowo, Desa Karangjati, Kecamatan Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora, menggandeng berbagai pihak lintas sektor dalam Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM), di Saung Mekar Sari, Embung Rowo, Desa Karangjati, Kecamatan Blora.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Anton Suwoto, dalam kegiatan tersebut, mengatakan saat ini sekitar 8.700 orang menjadi terduga pengidap tuberkulosis.

Angka ini adalah 84,61 persen orang yang menjalani pemeriksaan, dari target sebanyak 9.720 orang.

Sementara itu, pada data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Anak, tercatat sebanyak 345 kasus, dengan capaian hampir 19 persen.

Pada program HIV/AIDS, capaian yang telah diraih berada di angka 81,2 persen dari target 85 persen.

“Data tersebut menjadi dasar bagi kita untuk menentukan langkah dan prioritas kegiatan pencegahan serta pengendalian ATM. Peran Puskesmas dan seluruh mitra sangat diperlukan untuk meningkatkan capaian program,” jelas Anton, seperti dirilis blorakab.go.id.

Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai prioritas kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Blora dan puskesmas, dalam rangka pencegahan dan pengendalian ATM.

Peserta juga membahas usulan kegiatan prioritas, yang dapat dilaksanakan melalui kemitraan, antara lain dengan melibatkan OPD nonkesehatan, CSR perusahaan, Baznas, organisasi masyarakat sipil, Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Sementara itu ketika membuka acara, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Tri Cahyo Warsoko, mewakili Kepala Bapperida Kabupaten Blora, menekankan pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan kemitraan perlu diwujudkan melalui integrasi program ATM ke dalam dokumen perencanaan dan dokumen penganggaran, dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari OPD, BUMN/BUMD, sektor swasta hingga NGO.

“Penguatan kemitraan menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan dan pengendalian ATM dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, baik dalam perencanaan maupun dukungan penganggaran,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora cukup baik. Namun demikian, berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tetap perlu dilakukan secara konsisten melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Paparan dari unsur OPD disampaikan oleh Yuli Purwaningsih, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora.

Paparan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun kemitraan lintas sektor.

Penguatan kemitraan juga diisi dengan sharing success story dalam membangun kolaborasi untuk mendukung program ATM.

“Dalduk ada tim untuk membantu pelaksanaan pencegahan ATM di Blora ada pik R, forum genre kabupaten dan kecamatan. Peran mereka memberikan edukasi, pencegahan hiv Aids untuk penyiapan kehidupan keluarga,” kata Yuli.

Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Blora, Heri Slamet Hariyadi, mengatakan perusahaan berpeluang berkontribusi, melalui TSP atau TJSLP atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dia yang merupakan Direktur Utama PT Blora Patragas Hulu (BPH Blora), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora itu, menyampaikan mekanisme pelaksanaan CSR di Blora, dengan dukungan dunia usaha, terhadap upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria.

“Perusahaan memiliki ruang untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat program pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat,” kata Heri.

Pada akhir kegiatan dirumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup kontribusi anggaran dan kegiatan prioritas untuk mendukung program PP ATM.

Sumber dukungan diharapkan berasal dari CSR, Baznas, OMS, OPD nonkesehatan, PMI, serta unsur kemitraan lainnya.

Penguatan forum kemitraan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Blora yang semakin sehat, sekaligus memastikan upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. (HS-08)

 

 

Tanggap Kekeringan, Kejati Jateng Salurkan 20 Tangki Air Bersih ke Desa Klokah Blora

Inginkan Plaza Cepu Jadi Penggerak Baru Ekonomi Kawasan Timur Jateng, Bupati Blora Usulkan Revitalisasi ke Kemendag