HALO SALATIGA – Kota Salatiga menjadi ruang belajar bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).
Mereka menyerap berbagai pengetahuan, melalui studi lapangan yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri III (BBPKA PDN III) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, baru-baru ini.
Penerimaan peserta studi lapangan berlangsung di Grand Wahid Hotel Salatiga dan dihadiri Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Wali Kota menyampaikan, studi lapangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik inovasi pelayanan publik sekaligus memperluas wawasan yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan organisasi masing-masing.
“Di era saat ini, kepemimpinan menuntut kemampuan beradaptasi, terbuka terhadap perubahan, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data. Pemimpin tidak cukup hanya mengelola organisasi, tetapi juga harus mampu menggerakkan kolaborasi dan menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata dia, seperti dirilis salatiga.go.id.
Sementara itu, Kepala BBPKA PDN III Kemendagri, M. Weli Septiya Putra, mengatakan studi lapangan tidak hanya diarahkan untuk mempelajari best practice, tetapi juga melatih peserta mengidentifikasi permasalahan kinerja dan pelayanan publik, merancang solusi inovatif, serta melakukan advokasi kepada instansi terkait.
Dalam Studi Lapangan PKA Angkatan 2 dan PKP Angkatan 1 Tahun 2026, peserta akan mendalami empat inovasi pelayanan publik di Kota Salatiga.
Pertama, Inovasi Kompas di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM), yakni Pembentukan Koperasi Sekunder Merah Putih dalam Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Salatiga.
Kedua, Inovasi Sistem Informasi Desk Layanan (Sidela) di Dinas Komunikasi dan Informatika.
Ketiga, Inovasi Program Inklusi dan Literasi untuk Sahabat Tuli Salatiga (Pintar Tulis) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Keempat, Sistem Terpadu dan Terintegrasi Pengelolaan Data Medis Berbasis Elektronik Rekam Medis di RSUD Kota Salatiga (Satu Data Medis) di RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo.
Keempat inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Salatiga menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, inklusif, inovatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui studi lapangan ini, Salatiga tidak hanya menjadi lokus pembelajaran, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. (HS-08)


