in

SDN Kembangarum 2 dan MI Pagersari-Patean Jadi Juara Baru pada MLSC Seri 1 Semarang

Juara baru dalam MLSC Seri 1 Semarang yakni SDN Kembangarum 2 Semarang di KU 10 dan MI Pagersari-Patean di KU 12.

HALO SPORT – MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2026–2027 resmi berakhir, Minggu (6/9/2027).

Dalam ajang sepak bola wanita kelompok umur yang dilaksanakan di Stadion Universitas Diponegoro ini, melahirkan dua juara baru yakni SDN Kembangarum 2 Semarang di KU 10 dan MI Pagersari-Patean di KU 12.

Pada final KU 10, SDN Kembangarum 2 Semarang menang tipis 2-1 atas SDN Brumbungan. Sementara itu, MI Pagersari-Patean memastikan gelar juara KU 12 setelah mengalahkan SDN Karangsono 2 Mranggen.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menyebut, persaingan MLSC Semarang Seri 1 2026–2027 berlangsung kompetitif dan menghadirkan sejumlah kejutan. Salah satunya munculnya pemain dengan catatan 61 gol.

“Menurut saya gelaran di kota pembuka ini sudah sesuai dengan slogan kami BeraniCetakGol. Rangkaian turnamen ini menjadi bukti komitmen kami bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia melalui pencarian bibit-bibit baru sejak usia dini,” ujar Jacksen.

Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjangkau lebih banyak pemain putri dari berbagai daerah sehingga mereka bisa terus berkembang dan berprestasi di level yang lebih tinggi.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto juga menilai, kemunculan sekolah-sekolah baru sebagai juara menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri.

Menurutnya, peta persaingan semakin merata karena tidak hanya didominasi sekolah dari satu wilayah.

“Tidak hanya di lokal Semarang, pemenang juga datang dari Kendal dan Demak sehingga ekosistemnya membaik lalu memunculkan talenta-talenta baru,” katanya.

Pada ajang ini, Maora dari MI Pagersari-Patean menjadi Top Skor KU 12 dengan torehan 61 gol. Sementara Ayra Kirana Mahestri dari SDN Kembangarum 2 Semarang menjadi Top Skor KU 10 dengan 39 gol.

Ayra mengaku senang dengan pencapaiannya yang sesuai target. “Senang dan bangga menjadi Top Skor. Ini sesuai target saya. Seminggu saya berlatih enam kali. Capek tapi senang,” ucap Ayra.

Kemenangan MI Pagersari-Patean turut menjadi kejutan setelah mereka menyingkirkan tim unggulan SDN Klepu 03 di semifinal.

Pelatih MI Pagersari-Patean, Pranoto menyebut keberhasilan ini menjadi motivasi bagi tim yang berstatus sebagai peserta baru.

“Di sini kami peserta baru. Kami berasal dari Kendal, perbatasan Temanggung, di bawah Gunung Sindoro dan Sumbing. Kami orang gunung. Namun, ini menjadi semangat kami dan Alhamdulillah mencapai gelar juara seri ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Yudha Wijiyanto, mengapresiasi pelaksanaan turnamen yang dinilai mampu menemukan banyak talenta sepak bola putri.

“Saya melihat bakat-bakat besar pemain putri di babak penyisihan, semifinal, hingga final. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam melaksanakan pertandingan sepak bola khusus putri,” imbuhnya.

MLSC Semarang Seri 1 2026–2027 diikuti 1.091 atlet dari 63 SD dan MI, terdiri dari 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12, serta Festival SenengSoccer untuk KU 8. Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 selanjutnya akan bergulir di berbagai kota hingga Desember 2026.(HS)

Hindarkan Siswa dari Dampak Abu Vulkanik, SMPN 6 Pesawaran Lampung Laksanakan Pembelajaran Daring

Penanganan Bencana di Jateng Butuh Respon Cepat