in

IHG Perluas Bisnis di Kyoto, Akuisisi Portofolio 14 Hotel dengan 1.063 Kamar

IHG Hotels & Resorts (IHG) memperkuat ekspansinya di Jepang dengan menggandeng kembali GCP Hospitality, mitra jangka panjang sekaligus bisnis perhotelan dari Gaw Capital Group.

HALO BISNIS – IHG Hotels & Resorts (IHG) memperkuat ekspansinya di Jepang dengan menggandeng kembali GCP Hospitality, mitra jangka panjang sekaligus bisnis perhotelan dari Gaw Capital Group. Keduanya meneken kesepakatan portofolio yang mencakup 14 hotel dengan total 1.063 kamar di Kyoto.

Ekspansi tersebut dilakukan di tengah tingginya minat wisatawan, termasuk dari Indonesia, untuk berkunjung ke Jepang. Data Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat, kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang mencapai 379.700 orang pada paruh pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kyoto menjadi salah satu kota yang menjadi sasaran ekspansi karena tetap menjadi destinasi favorit wisatawan internasional maupun domestik sepanjang tahun.

Dalam kesepakatan tersebut, portofolio yang akan dikembangkan IHG terdiri atas 12 hotel Garner, satu Holiday Inn Express, serta satu hotel tanpa brand. Seluruh hotel akan dikonversi dan dibuka secara bertahap dalam 12 bulan ke depan setelah menjalani renovasi dan proses rebranding.

Hotel-hotel tersebut nantinya akan mengusung karakteristik utama brand Garner dan Holiday Inn Express.

Kesepakatan ini menjadi salah satu konversi portofolio terbesar IHG di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pesatnya pertumbuhan brand Garner di pasar Jepang.

Garner merupakan brand hotel kelas menengah atau midscale milik IHG yang memang dirancang untuk ekspansi melalui skema konversi. Secara global, Garner tercatat sebagai brand dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah IHG.

Brand tersebut bahkan baru saja mencatat pencapaian 100 hotel yang telah beroperasi sejak diluncurkan pada Agustus 2023.

Managing Director Japan & Micronesia IHG Hotels & Resorts sekaligus CEO IHG ANA Hotels Group Japan, Abhijay Sandilya, mengatakan kesepakatan bersama GCP Hospitality menjadi tonggak penting bagi perkembangan bisnis IHG di Jepang.

“Ini merupakan penandatanganan yang menjadi tonggak penting bagi IHG di Jepang bersama salah satu mitra jangka panjang kami, GCP Hospitality,” kata Abhijay.

Menurut dia, ekspansi tersebut mempercepat penguatan IHG di segmen hotel mainstream Jepang. Hal itu juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemilik hotel terhadap kekuatan brand serta jaringan operasional IHG di Negeri Sakura.

Setelah Garner diperkenalkan di Jepang sekitar 18 bulan lalu melalui ekspansi awal di Osaka, minat pemilik hotel untuk melakukan rebranding dan bergabung dengan ekosistem IHG disebut semakin meningkat.

Pemilik hotel, lanjut Abhijay, dapat memperoleh akses terhadap berbagai fasilitas dan jaringan global IHG, mulai dari platform pemasaran, teknologi, distribusi, hingga basis pelanggan IHG One Rewards.

“Kami baru mulai memanfaatkan potensi pertumbuhan Garner di Jepang, terutama karena segmen hotel bisnis masih memiliki ruang yang besar bagi brand internasional,” ujarnya.

IHG melihat peluang pengembangan bisnis di segmen hotel tersebut masih terbuka lebar di berbagai wilayah Jepang. Karena itu, perusahaan menyatakan siap terus memperluas portofolionya dalam beberapa tahun mendatang.

Holiday Inn Express Ketiga di Jepang

Selain memperkuat Garner, kesepakatan tersebut juga menandai penandatanganan hotel Holiday Inn Express ketiga milik IHG di Jepang.

Sebelumnya, brand tersebut telah hadir melalui Holiday Inn Express Osaka City Centre – Midosuji dan Holiday Inn Express Sapporo Susukino.

Ekspansi di Kyoto sekaligus melengkapi portofolio IHG yang telah ada di kota tersebut. Saat ini, IHG telah memiliki berbagai brand dari segmen Luxury & Lifestyle, Premium, hingga Essentials, termasuk Six Senses Kyoto, ANA Crowne Plaza Kyoto, Holiday Inn Kyoto Gojo, dan Garner Kyoto Shijo Karasuma.

Dengan penambahan 14 hotel tersebut, posisi IHG di Kyoto semakin kuat dan menempatkannya sebagai salah satu perusahaan hotel internasional terbesar di kota tersebut.

CEO GCP Hospitality Erwann Mahé mengatakan, kesepakatan itu menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memanfaatkan pengalaman dan rekam jejak bisnisnya di Jepang.

“Dengan memanfaatkan rekam jejak keberhasilan GCP Hospitality di Jepang, kami dengan senang hati memperluas kemitraan dengan IHG melalui kesepakatan portofolio penting ini,” kata Erwann.

GCP Hospitality ditunjuk untuk memimpin tim manajemen yang akan mengelola seluruh portofolio 14 hotel tersebut.

Menurut Erwann, pengelolaan itu akan diperkuat dengan skala global, kekuatan brand, serta kemampuan distribusi IHG dalam proses reposisi portofolio hotel di Kyoto.

Ekspansi IHG di Kyoto juga memiliki potensi besar untuk menangkap pasar wisatawan Indonesia.

Bagi wisatawan asal Indonesia, Kyoto merupakan salah satu kota yang lazim masuk dalam rute perjalanan “Golden Route” Jepang, bersama Tokyo dan Osaka.

Menurut YouGov DestinationIndex, Jepang menjadi destinasi internasional terdepan bagi wisatawan Indonesia. Minat perjalanan ke luar negeri juga tercatat tinggi di kalangan wisatawan Indonesia segmen luxury. Sebanyak 52 persen responden dalam kelompok tersebut berencana melakukan perjalanan ke luar negeri dalam 12 bulan ke depan.

Dengan bertambahnya portofolio hotel di Kyoto, wisatawan Indonesia dan internasional akan memiliki lebih banyak pilihan akomodasi berbrand internasional dengan berbagai rentang harga.

Lokasi hotel yang tersebar di sejumlah distrik utama Kyoto turut menjadi nilai tambah. Beberapa di antaranya berada di sekitar Kyoto Station, Shijo, dan Gojo.

Lokasi tersebut memberikan kemudahan bagi tamu untuk menjangkau pusat transportasi sekaligus berbagai atraksi budaya dan wisata populer di Kyoto.

IHG pertama kali memperkenalkan Garner di Jepang pada 2025 melalui pembukaan tiga hotel di Osaka.

Brand tersebut menawarkan akomodasi yang terjangkau namun tetap mengedepankan kualitas, baik bagi wisatawan bisnis maupun rekreasi.

Kehadiran Garner juga dinilai memiliki posisi strategis di tengah karakter pasar hotel bisnis Jepang yang telah berkembang matang. Segmen ini dikenal memiliki properti yang efisien dan fungsional dengan standar layanan yang relatif konsisten.

Selama ini, segmen hotel bisnis Jepang secara tradisional banyak didominasi operator domestik. Karena itu, pertumbuhan portofolio IHG melalui Garner menjadi langkah penting bagi perusahaan hotel internasional untuk memperluas pijakan di pasar tersebut.

Melalui kesepakatan dengan GCP Hospitality, IHG kini tidak hanya menambah jumlah kamar dan hotel di Kyoto, tetapi juga memperbesar peluang untuk menjangkau wisatawan yang mencari akomodasi dengan standar brand internasional di salah satu destinasi wisata paling populer di Jepang.(HS)

Kemenpar Promosikan Yogyakarta, Borobudur di Magelang, Bali, dan Lombok sebagai Destinasi Alternatif Wisatawan India

Silaturahmi Abpednas dengan Kejari Kendal, Momentum Perkuat Sinergitas Pengawasan Pemerintahan Desa