in

Harmoni Jazz Atas Awan dan Penerbangan Lampion Semarakkan Dieng Culture Festival 2026 di Banjarnegara

Pertunjukan Jazz Atas Awan Season #2 dalam rangka Dieng Culture Festival (DCF) 2026, di dataran tinggi Dieng. (Foto : banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Pertunjukan Jazz Atas Awan Season #2 dalam rangka Dieng Culture Festival (DCF) 2026, sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah, untuk datang ke Dataran Tinggi Dieng, yang bersuhu tiga derajat celcius.

Beberapa musisi Indonesia seperti Raim Laode, Kunto Aji dan Parade Hujan pun tampil di Venue Pandawa, Sabtu (29/8/2026) malam.

Penampilan memikat dari Raim Laode, sukses mencairkan suasana dengan lirik-lirik puitis dan canda khasnya.

Suasana kian “menghangat” dengan hadirnya Kunto Aji, yang tampil berkolaborasi dengan Nguber Drummer, membawakan beberapa lagu.

Dilanjutkan dengan harmoni nada dari Parade Hujan yang mengajak ribuan pasang mata larut dalam syahdunya malam di Dieng.

​Keseruan pertunjukan musik mencapai puncaknya di penghujung acara. Momen ikonik yang paling ditunggu para wisatawan pun tiba, yakni penerbangan lampion

Dalam hitungan mundur yang dipandu secara serentak, ribuan lampion mulai dinyalakan dan dilepaskan ke udara oleh para pengunjung yang memadati area Venue Pandawa.

Langit dipenuhi lampion dan menambah keindahan serta pesona malam di Dieng Banjarnegara.

Kesan mendalam dirasakan langsung oleh para pengunjung yang hadir, seperti Tania dan Seli, wisatawan asal Semarang.

Bagi mereka berdua, gelaran DCF 2026 ini menjadi momen perdana merasakan dinginnya malam Dieng sembari menikmati musik di Jazz Atas Awan.

“Seru banget, guest star nya enggak ada yang gagal. Untuk lampion, walau awalnya agak susah diterbangkan, akhirnya berhasil juga sampai atas. Sangat menyenangkan,” ungkap Seli, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.

Selain Seli, Mohamad Raihan Putra asal Batam, juga mengaku merasakan sensasi luar biasa. Bagi Raihan, tantangan cuaca dingin ekstrem di Dieng justru memberikan kesan unik tersendiri.

“Dengan suhu yang sangat ekstrem bagi saya, karena belum pernah berada di suhu seperti ini, ini sangat-sangat fantastis. Bisa melihat lampion-lampion terbang, semoga dengan menerbangkan lampion orang-orang bisa berharap dan menyampaikan doa mereka ke atas,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai harapan pribadinya saat menerbangkan lampion, Raihan menyelipkan doa terbaik untuk bangsa.

“Harapanku sendiri, semoga Indonesia jauh lebih baik dan tidak ada masalah apa-apa lagi. Semoga apapun yang diharapkan, segera tercapai di Indonesia ini,” imbuhnya. (HS-08).

 

 

Rumah Warga di Margosari Patebon Ludes Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Bukan Kutukan, Warga Dieng Ini Meyakini Rambut Gimbal Adalah Keberkahan