HALO BANJARNEGARA – Kontes dan Festival Domba Batur Piala Bupati Banjarnegara, resmi menetapkan para pemenangnya dalam rangkaian agenda Dieng Culture Festival (DCF) ke-16 yang digelar di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Sabtu (29/8/2026).
Di Kelas Dewasa Jantan, gelar juara pertama diraih domba bernomor peserta 638 bernama Satria, milik Nara Farm, dengan nilai 218,5.
Sementara di Kelas Dewasa Betina, juara pertama disabet domba nomor 504 bernama Devina, milik GR Farm, dengan nilai 229,5.
Untuk kategori bobot, Kelas Ekstrem Jantan dimenangkan oleh domba nomor 619 bernama Joker, milik Raja Prokal Farm, dengan bobot mencapai 109 kilogram.
Adapun juara Kelas Ekstrem Betina diraih domba nomor 627 bernama Bunga, milik Ayub Farm, dengan bobot 92 kilogram.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menyampaikan bahwa kontes domba batur ini merupakan bagian ekonomi kreatif.
Perhelatan ini hadir untuk menggairahkan perekonomian peternak sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Hari ini kita mengadakan kontes dan Festival Domba Batur Piala Bupati Banjarnegara. Ini masuk agenda Dieng Culture Festival dan merupakan bagian dari ekonomi kreatif serta pariwisata,” ujar Firman, seperti dirilis banjarnegara.go.id.
Firman menjelaskan, Domba Batur merupakan plasma nutfah khas Dataran Tinggi Dieng yang telah diakui oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Domba ini merupakan hasil persilangan puluhan tahun antara domba Merino asal Australia dan Selandia Baru dengan domba lokal.
Keunggulan Domba Batur terlihat dari bobotnya yang jauh melampaui domba lokal. Jika domba lokal jantan umumnya berbobot 60 hingga 70 kilogram dan betina 40 kilogram, Domba Batur jantan mampu mencapai bobot hingga 110 kilogram, sedangkan betinanya dapat melebihi 70 kilogram. Saat ini, populasi Domba Batur di Banjarnegara mencakup sekitar 9.000 ekor, sementara 1.000 ekor lainnya tersebar di luar daerah.
Ajang kontes tahun ini mempertandingkan enam kategori, yaitu Cempe Jantan, Cempe Betina, Dewasa Jantan, Dewasa Betina, serta Kelas Ekstrem Jantan dan Ekstrem Betina, dengan penilaian kelas ekstrem murni berdasarkan bobot terberat.
Meski identik dengan Banjarnegara, kepesertaan kontes mencakup berbagai kabupaten tetangga seperti Wonosobo, Purbalingga, hingga Boyolali.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan keberadaan domba batur sebagai ikon kebanggaan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi, bukan sekadar komoditas daging melainkan hewan kesayangan (klangenan).
“Domba batur tentunya menjadi salah satu ikon Banjarnegara. Mudah-mudahan ajang ini bisa menjadi pendorong geliat ekonomi bagi masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya,” kata Bupati Amalia.
Kemenangan di masing-masing kelas ini menjadi bukti nyata bahwa program pelestarian dan pengembangan genetik domba batur di Banjarnegara terus membuahkan hasil, sekaligus mendorong semangat para peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak unggulan khas Dataran Tinggi Dieng ini. (HS-08)


