in

Bukan Sekadar Adu Gol, 4Ever on the Field Jadi Panggung Bibit Muda Sepak Bola Semarang

Suasana pertandingan tim SSB saat mini turnamen untuk merayakan HUT ke-4 Jurnalis FC di Kick Off, Jangli, Semarang, Jumat (28/8/2026).

LAPANGAN Kick Off, Jangli, Semarang, Jumat (28/8/2026), mendadak dipenuhi energi khas pertandingan sepak bola usia dini. Anak-anak berlari mengejar bola, sesekali terdengar teriakan pelatih dari pinggir lapangan, sementara para jurnalis yang ikut bertanding tak mau kalah menunjukkan semangat.

Tidak ada atmosfer tegang seperti pertandingan profesional. Yang terasa justru kegembiraan, kebersamaan, dan saling menghormati.

Suasana itu mewarnai mini turnamen sepak bola bertajuk “4Ever on The Field”, yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang.

Empat tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Kota Semarang dan sekitarnya ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka bertanding bersama lima tim yang berasal dari kalangan jurnalis Kota Semarang.

Bagi penyelenggara, pertandingan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun Jurnalis FC. Lebih dari itu, turnamen menjadi ruang bagi anak-anak untuk merasakan atmosfer pertandingan sekaligus mengasah mental bertanding sejak usia dini.

Salah satu peserta, SSB Tugumuda, membawa pemain-pemain muda yang sebagian besar berusia 9 hingga 11 tahun. Beberapa di antaranya bahkan masih berusia 8 tahun.

Pelatih SSB Tugumuda, Suwarto, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperbanyak pengalaman bertanding sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda.

“Acara ini sangat baik dan menarik untuk menjadi ajang pembinaan bibit muda di Kota Semarang dan sekitarnya,” kata Suwarto di sela kegiatan.

Ia berharap turnamen semacam itu tidak berhenti pada perayaan HUT Jurnalis FC tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Saya berharap turnamen ini terus dirutinkan menjadi acara tahunan saat merayakan ulang tahun kemerdekaan RI dan HUT Jurnalis FC. Semoga tim kami bisa diundang kembali untuk memeriahkan acara tersebut,” ujarnya.

Menurut Suwarto, semakin banyak pertandingan yang diikuti anak-anak, semakin besar pula kesempatan mereka mengembangkan kemampuan dan mental.

“Ini menjadi cambuk bagi tim-tim lain untuk berkembang, menjadikan sepak bola Semarang semakin baik. Ini sekaligus menjadi bumbu atau pupuk bagi perkembangan dunia sepak bola, terutama di Semarang. Nantinya pemain-pemain inilah yang akan menggantikan generasi atau pemain senior saat ini,” katanya.

Kesempatan tampil dalam turnamen membuat para pemain SSB Tugumuda semakin bersemangat mempersiapkan diri.

Suwarto mengatakan, timnya memang tidak membuat program khusus yang berlebihan. Namun, menjelang turnamen, porsi latihan ditambah agar anak-anak lebih siap menghadapi pertandingan.

“Biasanya latihan rutin empat kali dalam seminggu. Saat mengikuti turnamen Jurnalis FC ini, kami tingkatkan semangat latihan dan menambah durasi latihan,” ungkapnya.

Dari total pemain yang dibawa, terdapat 10 anak yang telah melalui proses seleksi. Mereka dipilih berdasarkan kedisiplinan dan kerajinan mengikuti latihan rutin di lapangan Karangroto, Genuk.

“Yang kami bawa adalah anak-anak yang paling rajin latihan setiap minggunya di lapangan Karangroto, Genuk. Latihan dimulai pukul 15.30 WIB,” jelas Suwarto.

Semangat serupa juga ditunjukkan Perseba Mranggen, Kabupaten Demak.

Manajer Perseba Mranggen, Dwi Teguh Romanto, mengatakan turnamen Jurnalis FC memberikan kesempatan berharga bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman pertandingan.

“Kesan dan pesan kami sangat senang, karena kegiatan ini bisa membantu anak-anak SSB menambah jam terbang bermain,” ujarnya.

Perseba menurunkan pemain kelahiran 2017 dalam turnamen tersebut. Menariknya, tim itu juga memiliki pemain perempuan yang siap diturunkan dalam pertandingan.

Persiapan menghadapi turnamen dilakukan melalui latihan rutin SSB di Lapangan Desa Bandungrejo, Mranggen, Demak. Tidak ada tambahan porsi latihan khusus karena tim tetap menjalankan program latihan seperti biasa.

Dwi Teguh berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar.

“Kami mendukung kegiatan seperti ini agar anak-anak bisa mengasah mental bertanding. Kalau bisa, acara serupa diadakan dua kali dalam setahun karena sangat membantu SSB di Jawa Tengah agar terbiasa dengan suasana pertandingan,” katanya.

Antusiasme anak-anak, menurut dia, juga menjadi energi tersendiri bagi tim.

“Sangat senang sekali, dan anak-anak antusias sekali,” imbuhnya.

Ketua Panitia HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang, Mushonifin, mengatakan perayaan ulang tahun tahun ini sengaja dikemas dalam bentuk mini turnamen.

Empat SSB dilibatkan untuk memberikan ruang bertanding bagi pemain usia dini. Mereka berkompetisi dalam kelompok usia (KU) 10 tahun.

“Tema ‘4Ever on The Field’ menggambarkan komitmen Jurnalis FC untuk tetap aktif di lapangan sekaligus berkontribusi terhadap pembinaan sepak bola usia dini,” kata Mushonifin.

Menurut dia, kehadiran anak-anak SSB menjadi bagian penting dalam perayaan ulang tahun Jurnalis FC. Karena itu, penyelenggara juga menyiapkan apresiasi bagi seluruh peserta.

“Tentu kami menyiapkan apresiasi atas keikutsertaan mereka dan berharap nantinya lahir pemain-pemain bola handal dari adik-adik ini. Kami sangat yakin akan hal itu,” ujar Mushonifin, yang sehari-hari bertugas meliput aktivitas di lingkungan Balai Kota Semarang.

Di tengah kesibukan para jurnalis mengejar berita, lapangan sepak bola menjadi ruang lain untuk membangun kebersamaan. Anak-anak belajar tentang pertandingan, sementara para jurnalis kembali menikmati permainan yang mungkin dulu akrab dengan masa kecil mereka.

Pada akhirnya, skor bukan satu-satunya yang dibawa pulang dari Jangli.

Ada pengalaman bertanding, keberanian, persahabatan, dan mimpi-mimpi kecil anak-anak yang suatu hari nanti bisa saja tumbuh menjadi pemain sepak bola profesional.

Perayaan kemudian ditutup dengan seremoni penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para peserta. Penghargaan diserahkan Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, didampingi Ketua Jurnalis FC Budi Arista serta sejumlah pihak sponsor dan pendukung kegiatan.

Dari sebuah turnamen kecil, Jurnalis FC ingin menitipkan pesan sederhana: sepak bola akan terus hidup selama ada anak-anak yang berani turun ke lapangan dan mengejar bola.(HS)

 

 

 

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Luthfi Ungkap Strategi Ubah Sampah Jadi Energi