HALO JEPARA – Para pengunjung stan Jepara di pameran yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, mengaku tertarik dengan tenun troso yang dipamerkan. Bahkan ada di antara mereka yang langsung membeli.
Salah satu dari mereka adalah Susanto. Setelah mengamati bahan dan coraknya secara langsung, dia pun membeli kain tenun khas Troso, Jepara itu.
“Tenun Jepara ini bagus sekali. Tadi saya merasakan langsung, halus bahannya, enak, nyaman di kulit,” kata Susanto di ICE BSD, Kamis (27/8/2026).
Kain tersebut, ungkapnya, memiliki karakter corak yang khas. Ia juga tertarik karena melihat nilai warisan budaya pada produk tersebut.
“Saya kira ini heritage yang bagus sehingga saya beli,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.
Pengunjung lainnya, Agung dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung, juga mengaku baru mengetahui produk tenun Jepara. Ia melihat sejumlah koleksi yang dipamerkan dalam stan Jepara.
“Saya baru tahu ternyata Jepara memiliki kain tenun yang luar biasa,” tuturnya.
Produk yang mereka lihat merupakan kain tenun dari Desa Troso, Kecamatan Pencangaan, Kabupaten Jepara.
Perajin Nadya Anjani membawa sejumlah motif untuk diperkenalkan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026.
Salah satunya motif Bulu Perindu yang memanfaatkan limbah kain tenun. Ada pula motif Bahari yang terinspirasi dari jaring penangkap ikan.
Menurut Nadya, proses pembuatan satu helai kain membutuhkan sekitar tiga hingga empat bulan.
Produk tersebut selama ini dipasarkan melalui pameran, termasuk Inacraft, serta melalui Dekranasda Jepara.
Kepala Disperindag Jepara Anjar Jambore Widodo mengatakan tenun Troso menjadi salah satu produk yang dibawa dalam pameran tersebut. Jepara juga memperkenalkan produk kerajinan, kaligrafi, makanan khas, dan kopi.
Anjar mengatakan, Pemkab Jepara menjajaki peluang perdagangan dengan kabupaten di luar Jawa. Penjajakan itu akan dilanjutkan melalui pendampingan kepada IKM binaan. (HS-08)


