HALO BATANG – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-75 Kodam IV/Diponegoro diwujudkan jajaran Kodim 0736/Batang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polresta Batang melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.
Sebanyak 350 personel gabungan diterjunkan dalam karya bakti membersihkan lingkungan di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi banjir saat memasuki musim hujan.
Kawasan Kasepuhan dipilih karena sejumlah titik di wilayah tersebut dinilai rawan terdampak banjir, terutama akibat saluran air yang dipenuhi sampah dan endapan.
Pasiter Kodim 0736/Batang Kapten Arh Parmo mengatakan, kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama lintas sektor sebenarnya telah rutin dilakukan. Namun, kali ini perhatian difokuskan ke Kelurahan Kasepuhan karena terdapat sejumlah titik yang perlu segera dioptimalkan.
“Wilayah sasaran saat ini Kelurahan Kasepuhan. Untuk besok kegiatan serupa juga akan menyebar ke tiap kecamatan,” ujar Parmo saat mendampingi kegiatan.
Menurutnya, upaya pencegahan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.
Karena itu, ia mengajak warga Kasepuhan turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan setelah kegiatan karya bakti selesai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Rismanto mengapresiasi keterlibatan Kodim 0736/Batang dan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, fokus utama karya bakti adalah membersihkan saluran air sepanjang sekitar satu kilometer, terutama pada jalur yang menjadi lintasan aliran air.
“Kelurahan Kasepuhan ini merupakan salah satu wilayah yang rawan banjir. Meski tidak terlalu besar, tumpukan sampah di selokan membuat badan sungai menyempit saat musim hujan,” kata Rismanto.
Sebanyak 350 orang dari unsur Kodim, Polresta, Pemkab Batang hingga pelajar terlibat dalam kegiatan tersebut. Pembersihan diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan ketika curah hujan meningkat.
Rismanto menilai kegiatan semacam itu penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan dampak banjir bisa diminimalisasi,” ujarnya.
Bagi warga Kasepuhan, karya bakti tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Kebersihan saluran air berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal, terutama ketika hujan deras turun.
Dalipah, salah seorang warga Kasepuhan, mengaku senang melihat aparat bersama pemerintah dan pelajar turun langsung membersihkan lingkungan.
Ia mengatakan, wilayah tempat tinggalnya kerap terdampak banjir ketika musim hujan. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian warga dalam membuang sampah pada tempatnya.
“Kalau pas hujan rumah saya sering kebanjiran. Mohon jangan cuma sekali saja,” kata Dalipah.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada personel TNI, polisi, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam karya bakti tersebut.
“Terima kasih Pak tentara, Pak polisi sama yang lain sudah membersihkan lingkungan kami,” ujarnya.
Karya bakti tersebut menjadi pengingat bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui gotong royong menjaga lingkungan dan membangun kepedulian bersama.(HS)


