HALO JAKARTA – Kabar gembira datang dari tokoh kehutanan, Irfan Bakhtiar. Ia baru saja dianugerahi gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) oleh Raja Charles III atas jasanya dalam memperkuat hubungan Inggris-Indonesia. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kontribusi Irfan yang luar biasa dalam mendorong kerja sama yang lebih erat antara kedua negara, terutama di bidang tata kelola kehutanan, perdagangan berkelanjutan, konservasi, dan keberlanjutan lingkungan.
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Irfan Bakhtiar atas penganugerahan gelar MBE ini. Anugerah ini sangat layak diterima dan Bapak Irfan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kemitraan Inggris-Indonesia di bidang kehutanan, keberlanjutan, dan konservasi. Melalui berbagai kontribusinya, ia telah membantu memperkuat tata kelola, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan manfaat jangka panjang bagi hutan, keanekaragaman hayati, dan masyarakat setempat,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey beberapa waktu lalu.
Selama lebih dari dua dekade, Irfan Bakhtiar telah menjadi salah satu tokoh penting dalam kemitraan Inggris-Indonesia di bidang kehutanan, pembangunan berkelanjutan, dan konservasi.
Sebagai salah satu pakar kehutanan dan keberlanjutan di Indonesia, dirinya juga berperan penting dalam mendorong reformasi tata kelola kehutanan serta membangun kemitraan konservasi yang diakui secara internasional untuk melindungi beberapa bentang alam keanekaragaman hayati yang sangat penting di Indonesia.
Kontribusinya berfokus pada dua kerja sama utama Inggris-Indonesia yakni pengembangan dan penguatan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+), yang kini diakui secara internasional sebagai sistem jaminan legalitas kayu Indonesia, serta dukungannya dalam memulai berbagai inisiatif konservasi, seperti Proyek Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative – PECI) di Aceh.
Salah satu karir yang menonjol dari Irfan Bakhtiar adalah keterlibatannya yang cukup lama dalam Multi-Stakeholder Forestry Programme (MFP), program yang didukung oleh Pemerintah Inggris.
Melalui berbagai peran kepemimpinan pada MFP Fase 1, Fase 2, Fase 4, hingga saat ini sebagai Co-Director MFP Fase 5, ia memberikan kontribusi yang signifikan terhadap reformasi tata kelola kehutanan di Indonesia.
Salah satu pencapaian Irfan adalah kontribusinya dalam pengembangan dan penguatan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+) di bawah kepemimpinan Pemerintah Indonesia.
Saat ini, SVLK+ diakui secara internasional sebagai model sistem jaminan legalitas kayu yang memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan hutan berkelanjutan, sekaligus memfasilitasi akses produk kayu Indonesia ke pasar internasional, termasuk Inggris dan Uni Eropa.
“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan yang sangat berarti dari Raja Charles III dan Pemerintah Inggris atas upaya bersama yang telah saya lakukan bersama rekan-rekan, para mitra, serta para pemangku kepentingan di Pemerintah Indonesia,” ungkap Irfan.
Menurutnya, berbagai pencapaian yang diakui hari ini, hanya dapat terwujud berkat dedikasi dan kolaborasi dari begitu banyak pihak, termasuk rekan kerja, mitra, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan masyarakat lokal di seluruh Indonesia maupun Inggris.
“Saya menerima penghargaan ini atas nama semua pihak yang s


