HALO SEMARANG – Kementerian Pariwisata sangat menyesalkan insiden penembakan, yang terjadi di sekitar lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem, hingga mengakibatkan dua warga sipil terluka.
“Kami menyampaikan empati kepada korban dan keluarga, serta mendoakan untuk kepulihan keduanya,” demikian keterangan Kementerian Pariwisata, seperti dirilis kemenpar.go.id, Senin (10/8/2026).
Dalam pernyataannya, pada hari pertama pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem, Wakil Menteri Pariwisata dan Tim Kementerian Pariwisata, hadir langsung di lokasi dan menyaksikan rangkaian kegiatan festival berlangsung dengan aman, meriah, dan kondusif.
Insiden tersebut terjadi pada hari kedua penyelenggaraan festival. Pada saat kejadian, Wakil Menteri Pariwisata dan tim Kementerian Pariwisata, sudah berada di Jayapura, untuk selanjutnya kembali ke Jakarta.
Saat ini, kondisi Wakil Menteri Pariwisata dan seluruh tim Kementerian Pariwisata sudah berada di Jakarta dalam kondisi baik.
Kementerian Pariwisata terus berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, untuk meng-update kondisi pasca penembakan.
“Update yang kami dapatkan dari Pemkab Jayawijaya, kondisi di lapangan sudah kondusif dan aman, karena gabungan personil TNI dan polisi terus memantau serta meningkatkan keamanan. Walaupun pasca penembakan, Festival Lembah Baliem di hari kedua terpaksa dihentikan guna memastikan agar situasi dan keamanan dapat terkendali,” demikian pernyataan Kemenpar.
Rangkaian terakhir Festival Budaya Lembah Baliem yaitu “Karnaval Budaya Nusantara” juga berlangsung di pusat kota Wamena, tepatnya depan Kantor Bupati Jayawijaya.
Lokasi karnaval ini berada cukup jauh dari lokasi penembakan kemarin, dengan peningkatan pengamanan saat acara berlangsung.
Kami berharap proses penanganan oleh aparat dapat berjalan dengan baik, situasi segera kembali kondusif, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Bagi kami, festival budaya seharusnya menjadi ruang perjumpaan dan titik temu berbagai perbedaan. Di sanalah masyarakat, wisatawan, dan berbagai komunitas dapat saling mengenal, serta merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai.
“Kami menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang dan mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”.
Budaya harus terus menjadi jembatan yang menyatukan. Festival Lembah Baliem adalah milik masyarakat Papua dan kebanggaan Indonesia yang harus kita jaga bersama sebagai ruang damai, aman, dan penuh persaudaraan
Hendak Masuk
Sebelumnya, telah terjadi penembakan di pintu masuk utama Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT. Dalam kejadian tersebut, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat dugaan tembakan.
Peristiwa berlangsung ketika kedua korban hendak memasuki kawasan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, aksi tersebut diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) yang kemudian melarikan diri dari lokasi.
Kedua korban diketahui bernama Laode Muhammad Kojo (43), warga Jalan Hom-Hom, Wamena, yang mengalami luka diduga akibat tembakan pada bagian lutut kanan.
Korban lainnya, Salbiah (50), juga warga Jalan Hom-Hom, Wamena, mengalami luka yang diduga akibat tembakan pada paha kanan dan punggung tangan kanan.
Pasca kejadian, kedua korban langsung dievakuasi ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena, untuk memperoleh penanganan medis. Keduanya dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani tindakan medis.
Polisi juga telah meminta keterangan dari seorang saksi yang berada bersama kedua korban di dalam kendaraan saat peristiwa tersebut terjadi.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, seperti dirilis mediahub.polri.go.id, menjelaskan bahwa aparat gabungan TNI-Polri telah bergerak melakukan penanganan di lokasi sekaligus mengejar pihak yang diduga sebagai pelaku.
“Kami membenarkan adanya kejadian penembakan terhadap dua warga sipil di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan berdasarkan laporan awal dalam kondisi sadar,” kata Kabid Humas, di Media Center Polda Papua, belum lama.
Menurut Kabid Humas, personel Polres Jayawijaya bersama personel Brimob yang berada di Wamena masih melakukan pengejaran dan penyisiran di sejumlah lokasi untuk mencari keberadaan pelaku.
“Saat ini Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” katanya.
“Kami juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya gangguan keamanan lainnya,” imbuhnya.
Kepolisian masih mendalami perkara tersebut untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi pelaku dan mengetahui motif di balik penembakan.
“Petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk meminta keterangan saksi serta mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kejadian. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Cahyo.
Aparat gabungan kemudian mengejar pihak yang diduga sebagai pelaku serta memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Keterlibatan KKB
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan dari hasil olah TKP, polisi telah memperoleh sejumlah barang bukti dan memperoleh petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Temuan tersebut selanjutnya dianalisis bersama keterangan korban dan saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang diduga bertanggung jawab,” ujar Kasatgas Humas.
Ia menjelaskan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus mendukung proses penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Jayawijaya, melalui pengembangan informasi, pengumpulan bahan keterangan, pemeriksaan barang bukti, serta koordinasi dengan jajaran terkait.
“Berdasarkan hasil pendalaman awal dan pengembangan informasi di lapangan, aksi penembakan terhadap dua warga tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Dalam pendalaman awal, terdapat dugaan keterlibatan dua orang berinisial EG dan PN yang disebut merupakan anggota kelompok tersebut,” tambah Kasatgas Humas.
Namun demikian, dugaan keterlibatan EG dan PN masih dalam proses penyelidikan. Penyidik masih mendalami dan memastikan identitas, peran, serta keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, hasil olah TKP, dan petunjuk yang diperoleh dari pengembangan informasi di lapangan. (HS-08)


