in

Bantu Penanganan Kekeringan, PMI Temanggung Buka Donasi Masyarakat

Penyaluran bantuan air bersih oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Temanggung. (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu warga terdampak kekeringan melalui donasi untuk penyediaan air bersih.

 

Ketua PMI Kabupaten Temanggung, Bambang Dewantara mengatakan, hingga Juli 2026 PMI telah melaksanakan 18 kali distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan.

 

Setiap tahun, PMI juga mengalokasikan anggaran khusus, untuk mendukung kegiatan penyaluran air bersih, meski jumlahnya terbatas.

 

“PMI memang memiliki anggaran setiap tahun, untuk penanganan kekeringan, tetapi tidak banyak. Karena itu, kami juga mengajak masyarakat yang peduli terhadap warga terdampak kekeringan untuk ikut membantu,” katanya, baru-baru ini seperti dirilis temanggungkab.go.id.

 

Ia mengemukakan, PMI telah menyiapkan rekening khusus sebagai wadah penyaluran donasi dari masyarakat.

 

Dana yang terkumpul sepenuhnya akan digunakan untuk penyediaan dan pendistribusian air bersih kepada wilayah yang membutuhkan.

 

Selain mengandalkan dukungan masyarakat, PMI Kabupaten Temanggung juga memperoleh bantuan anggaran dari PMI Provinsi Jawa Tengah, untuk memperkuat layanan distribusi air bersih selama musim kemarau.

 

Bambang berharap, kolaborasi PMI, pemerintah, dan masyarakat dapat memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir.

 

Kepala Seksi Layanan dan Sumber Daya PMI Kabupaten Temanggung, Andy Alif mengatakan pihaknya menyalurkan 90.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan selama 10–25 Juli 2026.

 

Bantuan tersebut didistribusikan melalui 18 kali dropping menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

 

Perbaikan Infrastruktur

 

Sebelumnya, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, di sela-sela pembukaan acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) di Lapangan SMP Negeri 2 Temanggung, Selasa (28/7/2026), mengungkapkan sejumlah desa di wilayahnya mulai mengeluhkan kelangkaan air bersih. Penanganan darurat pun langsung dilakukan secara terpadu.

 

“Beberapa desa sudah mulai menerima droping air bersih dan kami sudah siaga. Seluruh stakeholder di Kabupaten Temanggung siap bergerak apabila ada wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih,” tandasnya.

 

Bupati memastikan penanganan berjalan optimal, Pemkab Temanggung menggandeng berbagai pihak, mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Baznas, hingga Dinas Sosial.

 

Tak hanya mengandalkan bantuan tangki air, Pemkab Temanggung juga mulai melakukan inventarisasi dan perbaikan infrastruktur air di tingkat desa.

Sumur bor dan pompa air yang rusak diprioritaskan untuk segera difungsikan kembali.

 

Dari sisi anggaran, Pemkab Temanggung telah mengalokasikan dana tambahan guna memperkuat mitigasi bencana kekeringan ini.

 

“Ada tambahan anggaran pada APBD Perubahan sebagai langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang,” lanjut Agus.

 

Selain masalah krisis air, Agus mengimbau warga Temanggung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan, maupun permukiman yang marak terjadi saat musim kemarau.

 

Ia mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam mengelola api, serta memperhatikan kelayakan instalasi listrik. (HS-08)

 

 

Pastikan Pelayanan Publik Normal, Pemprov Jateng Tunjuk Nurkholes Jadi Plt Bupati Pemalang

Kontingen Pramuka Penggalang MTs Banjarnegara ke Jambore Tingkat Jateng