in

Kemenag Apresiasi Kiprah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam Pendidikan dan Pemberdayaan Umat

Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung. (Foto : kemenag go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama mengapresiasi keluarga besar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun bangsa melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, pembinaan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi ini disampaikan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jeane Marie Tulung, saat mewakili Menag Nasaruddin Umar memberikan sambutan sekaligus membuka Konferensi Nasional VII GMAHK di Indonesia.

Konferensi ini berlangsung di Universitas Klabat, Airmadidi, Manado dan diikuti delegasi dari berbagai daerah/konferens GMAHK di seluruh Indonesia.

Membacakan sambutan Menag, Dirjen Jeane Marie menegaskan bahwa agama harus menjadi sumber kasih sayang dan kekuatan yang mempertemukan umat manusia.

“Agama bukanlah sumber pertentangan, melainkan sumber kasih sayang. Agama bukan tembok yang memisahkan, tetapi jembatan yang mempertemukan,” katanya di Manado, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, Indonesia merupakan rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus dirawat bersama.

“Kerukunan bukan sekadar hidup berdampingan tanpa konflik. Kerukunan adalah kesediaan untuk bekerja bersama, saling menolong, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Di situlah agama menemukan makna sosialnya,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, sehat, berkarakter, memiliki semangat gotong royong, dan mencintai tanah air.

Untuk itu, pembangunan manusia tidak cukup hanya bertumpu pada pendidikan formal dan pembangunan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual, moral, dan etika yang kokoh.

“Di sinilah lembaga keagamaan memegang peran yang sangat strategis sebagai mitra negara dalam membentuk karakter bangsa,” ujar Jeane Marie.

Ia menambahkan, Kementerian Agama terus melakukan transformasi melalui Asta Protas Kementerian Agama, antara lain dengan memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan, meningkatkan layanan keagamaan yang berdampak, serta mengembangkan gerakan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab keagamaan terhadap kelestarian alam.

Dirjen juga sampaikan bahwa kerukunan dan cinta kemanusiaan telah diwujudkan GMAHK melalui berbagai pelayanan.

Rumah sakit, klinik kesehatan, sekolah, pelayanan sosial, tanggap bencana, serta berbagai kegiatan kemanusiaan menjadi bukti bahwa iman dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa harapan bagi masyarakat.

“Pelayanan keagamaan harus mampu memberikan dampak dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Dirjen mengajak seluruh umat beragama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, kerusakan hutan, pencemaran air, dan hilangnya keanekaragaman hayati merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kontribusi seluruh elemen bangsa.

“Melalui gerakan ekoteologi, kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari ibadah. Merawat alam berarti menjaga amanah Tuhan dan juga merupakan wujud ekspresi keimanan kita,” ungkapnya.

Dirjen berharap Konferensi Nasional VII GMAHK tidak hanya menghasilkan keputusan administratif, tetapi juga melahirkan visi pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ia mendorong GMAHK untuk terus memperluas pelayanan kemanusiaan, memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, memperkokoh ketahanan keluarga, mempererat kerja sama lintas agama, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang damai, sehat, cerdas, dan berdaya.

“Ketika agama menghadirkan kasih, pelayanan menghadirkan manfaat, dan manusia hidup selaras dengan alam, maka sesungguhnya kita sedang mewujudkan cita-cita Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Konferensi Nasional VII GMAHK diharapkan semakin memperkuat kontribusi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam pelayanan kemanusiaan dan pembangunan bangsa, sekaligus memperkokoh persaudaraan serta kerja sama lintas agama di Indonesia. (HS-08)

 

 

Dialog Soal Kopi dan Pertanian, Adian Napitupulu Soroti Lemahnya Dukungan Negara

Jadi Narasumber di Podcast Open The Door, Menag : Kita Selalu Menempuh Politik Jalan Tengah