HALO KENDAL – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal memberikan edukasi literasi digital bertajuk Strategi Menangkal Hoaks dan Etika Bermedia Sosial kepada ratusan siswa baru SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Rabu (15/7/2026) di pendopo sekolah setempat.
Kegiatan merupakan bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang diikuti sebanyak 595 siswa-siswi baru dari seluruh program keahlian yang ada di SMK Muhammadiyah 3 Weleri.
Heri Susanto, selaku narasumber dari Diskominfo Kabupaten Kendal dalam kegiatan menyampaikan, bahwa edukasi ini bertujuan membekali para peserta didik agar mampu menggunakan media digital secara bijak, dan mengenali informasi palsu, serta menerapkan etika dalam bermedia sosial sejak dini.
Menurutnya, pada era kemajuan teknologi ini, para generasi muda harus dibekali dengan literasi digital, termasuk etika dalam bermedia sosial, mengingat jejak digital atau apapun yang ditinggalkan di Sosmed akan terekam. selamanya.
“Minimal dengan adanya edukasi yang dilakukan hari ini, para siswa menyadari bahwa apa yang diunggah di Sosmed akan menetap dan berpotensi memengaruhi masa depan, sehingga mereka lebih hati-hati dalam memposting dan berkomentar di Sosmed,” ujar Heri.
Selain itu, dirinya juga menekankan, bahwa setiap postingan dan komentar yang negatif, seperti ujaran kebencian, sarah, pencemaran nama baik, memposting data pribadi orang lain akan terkena sanksi pidana penjara, sesuai dengan undang-undang yang berlaku dalam hal ini diatur dalam UU ITE, yaitu dipenjara hingga puluhan tahun.
“Harapannya para siswa akan lebih behati-hati dalam menggunakan Medsos, bisa melindungi data pribadi, dan terhindar dari kejahatan Siber, serta lebih bijak, santun, dan berperan aktif dalam mengisi hal-hal yang baik di ruang digital Indonesia,” tandas Heri.
Sementara itu Ketua MPLS SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Muhamad Baidhowi, menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Kendal yang telah berpartisipasi memberikan materi literasi digital kepada para siswa baru dalam kegiatan MPLS.
“Selama MPLS ini siswa mendapatkan berbagai materi dari dinas maupun pihak sekolah. Kami sangat berterima kasih kepada Diskominfo Kendal yang telah memberikan sosialisasi terkait cara menangkal hoaks dan bagaimana beretika dalam bermedia sosial. Menurut saya materi ini sangat baik agar anak-anak memahami hal tersebut sejak awal,” ujarnya.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim mengungkapkan, MPLS menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan sekaligus mengenalkan budaya sekolah kepada peserta didik baru.
“Kami berharap kepada seluruh siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri ini, dapat menjalin ukhuwah antarsesama, baik lintas jurusan maupun dengan seluruh warga sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Maulana, melalui MPLS para siswa juga dikenalkan dengan budaya sekolah serta program keahlian yang tersedia, yaitu Teknik Elektro, Otomotif, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Farmasi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan para siswa. Salah satunya, Yulia Widiastuti, yang mengaku senang mengikuti rangkaian MPLS karena dapat bertemu teman-teman baru sekaligus memperoleh wawasan mengenai etika bermedia sosial.
“Materi dari narasumber Diskominfo Kendal sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan saya tentang etika dalam bermedia sosial. Harapan saya ke depan bisa mengikuti pembelajaran di sekolah ini dengan baik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Revan. Menurutnya, materi literasi digital menjadi bekal penting bagi para pelajar agar lebih waspada terhadap berbagai ancaman di dunia digital.
“Kami sangat senang mengikuti MPLS di SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Materi yang disampaikan sangat berguna sebagai bekal untuk masa depan, terutama agar lebih waspada terhadap bahaya scam maupun phishing. Semoga saya bisa belajar dengan baik di sekolah ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kabupaten Kendal terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar sebagai upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. (HS-06)


