HALO KENDAL – Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Kendal tiada henti menorehkan prestasi gemilang. Setelah bulan lalu, Yuli Kurniasih meraih penghargaan sebagai Wasit Terbaik Putri, kini giliran Muhamad Irfan Maulana dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Putra, pada Kejuaraan Kapolri Cup VII Tingkat Nasional.
Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 yang sukses diselenggarakan pada 9–12 Juli 2026 di Indoor Stadium Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, diikuti sekira 2.000an atlet dari seluruh Indonesia. Terdiri dari 1.800-an atlet dari masyarakat umum, dan 250-an atlet dari unsur Polri.
Ketua Pengkab TI Kendal, Wibowo Heru Setiyawan mengungkapkan, prestasi tersebut menjadi bukti nyata, bahwa dedikasi, integritas, profesionalisme, dan kompetensi yang dimiliki para wasit Taekwondo Kendal mampu mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia Kendal, saya mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya, atas prestasi yang diraih Muhamad Irfan Maulana, yang meraih Wasit Terbaik Putra pada Kejuaraan Kapolri Cup tujuh Tingkat Nasional,” ungkapnya, Minggu (12/7/2026).
Pada kesempatan itu, Heru sapaan akrabnya juga berpesan, untuk terus berusaha menjadi teladan, dan menjaga integritas sebagai wasit, serta dapat menginspirasi generasi Taekwondo, khususnya di Kabupaten Kendal.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh insan Taekwondo di Kabupaten Kendal untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama Kabupaten Kendal di tingkat nasional maupun internasional. Jaya Taekwondo Kendal,” tandasnya.
Heru menambahkan, selama ini Pengkab TI Kendal aktif melaksanakan kaderisasi wasit baru, dengan kriteria minimal Dan 1, yang kemudian disiapkan ke wasit daerah. Bahkan di berbagai lini, juga telah dipersiapkan, mulai dari junior.
Ia juga menyebut, saat ini di Kendal, wasit taekwondo yang sudah berlisensi resmi, baik tingkat daerah maupun nasional berjumlah 12 wasit.
“Yang lagi dikaderisasi itu anak-anak baru, minimal Dan satu, kemudian yang disiapkan untuk ke wasit tingkat daerah ada sekitar 20 wasit aktif yang baru. Setiap hari Minggu mereka dibekali oleh Bidang Perwasitan Pengkab TI Kendal, yaitu Sabeum Khabib, supaya kaderisasi berjalan serta sesuai harapan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Heru juga menyampaikan, bahwa Pengkab TI Kendal telah menguarkan Surat Keputusan (SK) tentang Pelaksanaan Latihan Gabungan Black Belt (sabuk hitam) dan Red Black (sabuk merah) sesuai dengan arahan Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Provinsi (Pengprov) TI.
Disebutkan, pertimbangannya, yaitu untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme pelatih serta jejaTaekwondo di Kabupaten Kendal diperlukan pembinaan yang berkesinambungan, maka diperlukan adanya keseragaman teknik sesuai perkembangan teknik terbaru dari Pengprov Jawa Tengah dan PBTI agar seluruh dojang memiliki standar pembinaan yang sama.
“Selanjutnya, untuk regenerasi pelatih dan peningkatan kualitas jeja dan atlet harus dilakukan melalui program latihan bersama secara rutin dan terstruktur, serta, berdasarkan pertimbangan tersebut dipandang perlu menetapkan Program Latihan Gabungan Black Belt dan Red Belt Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Kendal,” beber Heru.
Dijelaskan, penyelenggarakan Program Latihan Gabungan Black Belt dan Red Belt secara rutin. Yaitu untuk Red Belt dilaksanakan sebulan Sekali, sedangkan Black Belt tiga bulan sekali.
“Peserta wajib terdiri dari, seluruh Black Belt (Dan 1 ke atas), seluruh Jeja Red Belt, pelatih resmi yang terdaftar pada Pengkab TI Kendal, atau peserta lain yang ditunjuk oleh Pengkab TI Kendal,” jelas Heru.
Dalam pelaksanaannya, Latihan Gabungan bertujuan untuk menyeragamkan teknik sesuai standar terbaru, eningkatkan kualitas pelatih, meningkatkan kualitas jeja dan atlet menuju prestasi, menjadi sarana evaluasi perkembangan teknik setiap dojang, menjalin kekompakan dan komunikasi antar dojang, dan menyiapkan regenerasi pelatih Pengkab TI Kendal.
“Training Central menjadi pusat pembinaan Red Belt. Latihan Black Belt dilaksanakan secara bergilir di seluruh dojang Di Kabupaten Kendal dengan jadwal ditetapkan Pangkab TI Kendal. sehingga seluruh peserta dapat memperoleh pengalaman latihan di berbagai tempat sekaligus mempererat silaturahmi,” imbuh Heru.
Sementara itu, Muhamad Irfan Maulana, dihubungi saat perjalanan pulang mengungkapkan rasa syukur atas penobatan dirinya sebagai Wasit Terbaik Putra, pada Kejuaraan Kapolri Cup 7 Tingkat Nasional, serta mengucapkan terima kasih kepada Pengkab TI Kendal, yang telah membimbingnya selama ini.
:Kami ditunjuk langsung oleh PBTI untuk memimpin Kejuaraan ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Pengkab TI Kendal dan Pengprov TI Jateng, atas support nya perjalanan kami menjadi Wasit nasional. Sehingga kami bisa konsisten memimpin pertandingan dengan baik sesuai dengan competition rules perwasitan PBTI,” ujarnya dalam pesan singkat.
Irfan mengungkapkan, untuk mendapatkan lisensi wasit nasional tidak mudah. Ia menyebut, perjalanan panjangnya dimulai dari 2015 untuk mendapatkan lisensi wasit daerah. Di mana dia harus menunjukkan dan mempertahankan performa yang baik untuk memimpin pertandingan di lapangan. Dengan motto wasit “JUARA” Jujur Adil Berwibawa.
“Alhamdulillah, dari Pengprov TI Jateng merekomendasikan kami untuk mengikuti diklat wasit nasional pada tahun 2025 lalu, dan Alhamdulillah kami lulus dengan baik diklat tersebut, sehingga kini kami ditunjuk dan titugaskan oleh PBTI untuk memimpin Kejuaraan Nasional Kapolri Cup ketujuh ini,” ungkapnya. (HS)


