in

Penguatan Ekoteologi, Kemenag Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Buah dan Sayuran

Sosialisasi Ekotologi Berbasis Ketahanan Pangan Warga, di Jakarta, baru-baru ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Warga Jakarta diajak menjadikan pekarangan rumah, sebagai sumber pangan, menanam buah dan sayuran, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ajakan ini menjadi bagian dari kerja sama Balai Litbang Agama (BLA) Jakarta bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur dalam membangun ketahanan pangan warga melalui pendekatan ekoteologi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Ekoteologi Berbasis Ketahanan Pangan Warga sekaligus penyemaian benih sayuran dan buah.

Kegiatan ini diikuti pegawai BLA Jakarta dan warga RT 03 RW 02 Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung.

Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, mengatakan ekoteologi hadir untuk menumbuhkan kesadaran umat beragama bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktik kehidupan sehari-hari.

“Ekoteologi mengajak setiap umat beragama merefleksikan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lalu lingkungan sekitar,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Lantai 3 Djohan Effendi BLA Jakarta, baru-baru ini, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurut Wawan, kesadaran tersebut perlu diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, yang dapat dilakukan masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Mudah-mudahan ini menjadi percontohan dan menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufiq Yulianto, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai pemanfaatan lahan pekarangan melalui gerakan urban farming dapat menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, dan produktif, sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga.

“Mari kita jadikan setiap pekarangan dan sudut lingkungan sebagai kontribusi nyata untuk menjaga ketahanan pangan,” ajaknya.

Kepala BLA Jakarta, Irhason, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi BLA Jakarta dengan Sudin KPKP Jakarta Timur dan warga sekitar kantor yang sebelumnya diawali dengan penyemaian benih sayuran dan buah.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai keterkaitan antara nilai-nilai keagamaan, pelestarian lingkungan, dan upaya membangun ketahanan pangan keluarga.

“Harapannya, apa yang sudah kita mulai bersama bisa terus berlanjut dan menjadi kebiasaan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Irhason.

Ke depan, BLA Jakarta bersama Sudin KPKP Jakarta Timur akan terus mendorong keterlibatan warga agar praktik-praktik sederhana yang telah diperkenalkan dapat berkembang menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan di lingkungan sekitar. (HS-08)

 

 

Hari Koperasi ke-79, Produk Unggulan Koperasi se-Jawa Tengah Dipamerkan di Solo

Larangan Mendaki Merapi, Waka Komisi IV DPR RI Tegaskan Keselamatan Masyarakat Harus Diutamakan