in

Antisipasi Kekeringan, BPBD Batang Siapkan Bantuan Air Bersih Gratis

Kepala Pelaksana Harian BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk di antaranya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), telah menyiapkan bantuan air bersih, apabila sewaktu-waktu ada permintaan.

Bantuan untuk wilayah kekeringan tersebut, diberikan secara gratis. Penerima tinggal menggunakan bantuan tersebut tanpa membayar.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Wawan Nurdiansyah, Kamis (9/7/2026).

“Kita hampir setiap tahun, artinya kan kita selalu pada saat musim kemarau ini kita selalu standby. Dan tidak hanya BPBD, kami dibantu terutama dari PDAM. Kita secara transportasi, secara armada kita dan PMI punya tangki air.  Dan untuk stok air juga dari PDAM siap membantu 100%, artinya tanpa biaya,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Namun demikian dia mengatakan, meski ada bayang-bayang kekeringan yang mengancam, hingga dasarian pertama bulan Juli ini, dari total 15 kecamatan, yang BPBD belum menerima satu pun laporan mengenai kelangkaan air bersih.

“Di 15 Kecamatan ini masih relatif aman karena kita melihat ya wilayah kita terutama di dataran tinggi di selatan kan hutannya masih lumayan terjaga. Artinya tidak ada kegiatan ekstrem sampai penggundulan hutan, sehingga itu masih mungkin bisa menahan resapan air,” tegasnya.

Karena itu dia meminta agar masyarakat menjaga kelestarian hutan, agar tetap menjadi wilayah resapan air, sehingga tidak terjadi kekeringan.

Salah satu bentuk pelestarian tersebut, adalah dengan tidak mengorbankan hutan untuk memperluas lahan pertanian.

“Dengan menambah area pertanian, misalnya kentang, itu kan berarti mengurangi area hutan. Nah, itu yang kita imbau seperti komitmen warga menjaga alam. Belajar dari pengalaman tahun 2024 di mana BPBD harus turun tangan melakukan dropping air bersih ke sejumlah kecamatan seperti Limpung, Batang, Wonotunggal, Bandar, Kandeman, Warungasem, Subah, dan Pecalunga pihaknya memastikan seluruh armada kini dalam posisi siap siaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wawan Nurdiansyah mengingatkan akan adanya fenomena El Nino Godzilla.

Dia mengatakan bahwa dalam paparan BMKG bersama BPBD se-Jawa Tengah beberapa waktu lalu, istilah Godzilla digunakan untuk mengilustrasikan El Nino yang lumayan ekstrem.

Adanya El Nino atau peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, dapat memicu kenaikan suhu hingga lebih dari 1,5°C hingga 2°C.

Fenomena ini ikut mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, yang kebetulan saat ini sudah berada di musim kemarau.

“BMKG menyampaikan yang namanya Godzilla. Artinya bahwa itu ilustrasinya bahwa tahun ini lumayan panas untuk kemaraunya. Meskipun BMKG menetapkan awal kemarau di Batang dimulai sejak Juni, Wawan menyebutkan masyarakat baru benar-benar merasakan dampaknya secara riil pada bulan ini,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa pada Juni lalu masih ada sedikit hujan yang turun. Namun pada Juli ini diperkirakan sudah tidak ada hujan sama sekali.

Namun kondisi ini baru merupakan permulaan. Rasa gerah yang dirasakan saat ini, juga baru awal. Adapun puncak musim kemarau tahun ini, diperkirakan baru akan terjadi pada bulan depan.

“Puncak puncaknya kemarau di bulan Agustus. Sehingga ini bulan Juni sekarang ini sudah terasa panas, tapi nanti Agustus adalah puncaknya kemarau. Ada peringatan yang lebih mencemaskan dari BMKG terkait siklus cuaca ke depan. Fenomena Godzilla tahun ini diprediksi justru menjadi jembatan menuju kemarau yang jauh lebih parah pada tahun depan, tepatnya di tahun 2027,” kata dia.

Hal ini terjadi karena pasokan air hujan di awal tahun depan diproyeksikan menurun drastis dibandingkan awal tahun 2026, sehingga cadangan air tanah otomatis menipis saat memasuki masa kering.

“Godzilla-nya tahun ini itu akan nanti lebih parah lagi di tahun 2027. Nah, jadi tahun ini panas, Godzilla, tapi tahun depan akan lebih kekeringan lagi. Kenapa? Karena prediksi hujannya di awal tahun 2027 ini tidak setinggi yang awal tahun kemarin 2026. Sehingga nanti stok air di musim kemarau 2027 ini lebih sedikit dibanding tahun ini,” imbuhnya. (HS-08)

 

 

Disdikbud Batang Instruksikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Tanpa Senioritas dan Kekerasan

Pembahasan APBD Kota Semarang 2027 Sepertinya Akan Berlangsung Alot Nih