HALO SRAGEN – Sederet prestasi hingga tingkat internasional, mewarnai Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-16 RSUD dr Soeratno Gemolong (RSSG).
Dua karya ilmiah berbasis inovasi Homecare, Telemedicine, dan Sahabat Antar Obat (Hebat). lolos dipresentasikan pada The First Asia Pacific Hospital at Home (APHAH) Congress 2026 di Taipei, Taiwan.
Sebelumnya, inovasi tersebut juga menyabet juara Sragen Award 2024, memenangkan Persi Award 2025, serta dipercaya menjadi wakil Indonesia pada IHF Award 2026.
Capaian tersebut disampaikan Direktur RSSG, dr Kinik Darsono, saat puncak perayaan HUT Ke-16 rumah sakit yang dia pimpin, di halaman RSSG, Minggu (5/7/2026). Kegiatan perayaan HUT, dikemas dalam kegiatan Sinergi Fun Run, dan diikuti keluarga besar rumah sakit.
“Pada Oktober nanti, RSSG menjadi satu-satunya rumah sakit di dunia yang lolos final IHF Award 2026 pada tiga kategori. Kami akan bersaing dengan delapan rumah sakit terbaik dunia. Semoga hasilnya membawa kebanggaan bagi Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih RSSG, lahir dari kerja sama seluruh civitas hospitalia.
Ia pun mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan profesionalisme, keramahan, dan kepuasan masyarakat sebagai prioritas utama.
Wakil Bupati Sragen, Suroto, mengapresiasi keberhasilan RSSG yang mampu membawa nama Sragen hingga forum kesehatan internasional.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa kolaborasi dan inovasi seluruh civitas hospitalia mampu menghasilkan pelayanan yang berdaya saing global.
“Selamat kepada seluruh pegawai berprestasi dan para inovator RSSG. Teruslah berkarya dan jangan berhenti berinovasi. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi RSSG, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, peraih Juara I Lomba Karya Inovasi RSSG, dr. Endah Sri Puji Hastuti, mengatakan inovasi Pagar Betis dikembangkan untuk menyempurnakan inovasi Hebat, dengan memperluas konsep hospital at home.
Ia menjelaskan, jika selama ini pelayanan berfokus pada pasien, melalui Pagar Betis rumah sakit juga hadir mendampingi keluarga dan komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
“Masih ada ‘jembatan yang selama ini hilang’, yaitu layanan yang tidak hanya melihat pasien sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga dan lingkungannya. Dengan begitu, rumah sakit tidak hanya mengobati orang yang sakit, tetapi juga mendampingi keluarga dalam pencegahan, edukasi, dan menjaga kesehatan sepanjang siklus kehidupan,” jelasnya. (HS-08)


