in

Sosialisasikan Pengolahan Sampah yang Berdampak Sosial-Ekonomi, Tim Untag Semarang Dampingi BKM Bandengan Kendal

Kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada mitra BKM Mina Makmur, di Aula Kantor Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Senin (6/6/2026).

HALO KENDAL – Tim pengabdian masyarakat Universitas 17 Agustus Semarang (Untag Semarang) melakukan pendampingan dan pelatihan kepada mitra Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mina Makmur Kelurahan Bandengan, yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Senin (6/7/2026).

Kegiatan merupakan realisasi dari pelaksanaan Program Hibah Bima Tahun 2026 Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Kementerian. Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Tujuan utama kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan digital storytelling, diikuti oleh 10 orang peserta yang nantinya akan menjadi perwakilan rumah pilah. sampah percontohan.

Ketua tim pengabdian dari Fakultas Bahasa dan Budaya Utang Semarang, Kristin Marwinda menyampaikan, program ini juga memiliki keunikan melalui pendekatan digital storytelling atau berbagi cerita melalui media digital.

“Kami tidak hanya ingin masyarakat melakukan pilah sampah, tetapi juga membagikan pengalaman tersebut kepada. orang lain. Cerita sederhana tentang bagaimana memulai memilah sampah, tantangan yang dihadapi, hingga manfaat yang dirasakan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, sesuai dengan tema program, yaitu ‘From Trash to Treasure Narratives” ujarnya.

Kristin berharap, program ini tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan dan pendampingan selesai, namun rumah-rumah percontohan yang dibentuk dapat terus berkembang, terus melakukan kampanye di media sosial, dan sosialisasi, agar semakin banyak warga yang terlibat dalam gerakan pilah sampah dari rumah. Dengan demikian, keberlanjutan program dapat terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka. panjang.

“Mari kita jadikan Kelurahan Bandengan sebagai contoh bahwa perubahan lingkungan. dapat dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari komunitas. Semoga kerja sama yang baik antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, BKM, dan masyarakat dapat terus terjalin demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator BKM Mina Makmur, Ahmad Mu’alim menyampaikan terima kasih kepada para tim pengabdian masyarakat dari Untag Semarang yang sudah melakukan pendampingan kepada BKM Mina Makmur Kelurahan Bandengan.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Kendal, yaitu mewujudkan daerah yang lestari dan berkelanjutan, salah satunya fokus pada pengelolaan sampah, termasuk gerakan pilah sampah mulai dari rumah tangga,” ungkapnya.

Mu’alim menambahkan, pendampingan tersebut tentunya diharapkan bisa menambah ilmu pengetahuan para anggota terkait pemilahan jenis sampah rumah tangga, dan membuat narasi untuk publikasi di media sosial.

“Selain lebih memahami tentang pemilahan sampah, anggota juga dibekali ilmu untuk membuat narasi yang nantinya bisa dipublikasikan melalui sosial media. Diharapkan kegiatan ini menambah semangat anggota, mengajak masyarakat Bandengan dan masyarakat umum di Kabupaten Kendal untuk memulai aksi pilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Mu’alim juga berharap, melalui sinergitas yang baik, antara Pemkab Kendal, lembaga keswadayaan masyarakat, dan akademisi bisa mengatasi permasalahan sampah di Kendal.

Sedangkan, salah satu peserta pelatihan, Casmi mengungkapkan, pelatihan sekaligus pendampingan yang dilakukan oleh Untag Semarang sangatlah bagus dan menarik. Menurutnya, para peserta juga dilatih membuat video kampanye pilah sampah untuk memulai pilah sampah dari rumah yang akan di publikasikan.

“Tadi kami juga diajarkan tentang pemilihan sampah dan bagaimana sih cara pembuatan video yang nantinya akan diupload di sosmed, baik itu pemilahan sampah organik dan non-organik, maupun pembuatan untuk menjadi kompos,” ujarnya.

Casmi berharap, nantinya melalui publikasi sosial media pemilihan sampah ini akan banyak dilihat dan diminati oleh banyak masyarakat, sehingga mereka bisa ikut memulai memilah sampah dari rumah tangga, agar lebih menjaga kebersihan lingkungan demi hidup yang lebih sehat.

Pada program tersebut, para peserta pelatihan juga diberikan fasilitas, seperti tong sampah tiga pilah, alat dan perlengkapan membuat kompos, mesin pencacah sampah organik untuk keperluan pilah sampah dari rumah. Sedangkan untuk kampanye publikasi peserta diberikan alat perlengkapan, seperti tripod dan clip-on. (HS-06)

Ratusan Peserta dari Pemalang hingga NTB Ikuti Seleksi Magang Jepang 2026 di Jateng

Lakukan Ekspansi Masif Jaringan Dealer, Haka Auto Buka Banyak Peluang Kerja