HALO BLORA – Pelayanan di RSUD dr R Soeprapto Cepu Kabupaten Blora, kini makin lengkap dengan dibukanya poli untuk pasien gangguan jiwa. Pasien yang datang ke klinik itu, akan dilayani dua dokter.
Hal itu disampaikan Direktur RSUD dr R Soeprapto Cepu, Wilys Yuniarti, dalam acara peresmian Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD dr R Soeprapto Cepu, baru-baru ini.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Blora, dan dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Blora, Kemenag, pimpinan instansi vertikal, jajaran BUMN/BUMD, Baznas, BPJS Kesehatan, Bank Jateng, BKK, serta PMI Kabupaten Blora.
Dalam rangkaian acara itu, dilakukan pula pemotongan pita oleh Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, disaksikan Bupati Blora, Direktur RSUD dr R. Soeprapto Cepu, serta para tamu undangan.
Lebih lanjut, Wilys Yuniarti menjelaskan bahwa bersamaan dengan peresmian gedung tersebut, rumah sakit juga membuka layanan Poli Jiwa yang akan dilayani oleh dua dokter untuk menangani pasien laki-laki maupun perempuan.
Pada tahap awal, layanan tersebut masih diperuntukkan bagi pasien umum. Namun demikian, pihaknya akan terus mengupayakan pemenuhan persyaratan, agar ke depan pelayanan kesehatan jiwa tersebut dapat melayani peserta BPJS Kesehatan.
“Kami berharap layanan ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Blora, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat dari kabupaten sekitar, seperti Bojonegoro maupun Ngawi,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Sebagai rangkaian HUT Ke-70, RSUD dr R Soeprapto Cepu juga menggelar kegiatan bakti sosial berupa khitan massal yang diikuti 50 anak serta aksi donor darah dengan target 48 donor.
Peresmian Gedung Rawat Inap Jiwa ini diharapkan semakin memperkuat sistem layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Blora sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan mudah dijangkau masyarakat.
Sinergi
Sementara itu Bupati Blora Arief Rohman, mendorong adanya sinergi RSUD dr R Soeprapto Cepu, dengan pondok pesantren di Kabupaten Blora, yang selama ini turut menangani pasien dengan gangguan jiwa.
Dengan demikian penanganan pasien tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga didukung pembinaan spiritual.
Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa berdasarkan data global maupun nasional, beban penyakit akibat gangguan jiwa terus mengalami peningkatan.
Berbagai tekanan ekonomi, sosial, hingga dinamika kehidupan saat ini menuntut fasilitas kesehatan untuk terus bertransformasi menghadirkan layanan yang lebih berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat bersejarah dan patut kita apresiasi setinggi-tingginya dengan diresmikannya Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD dr R Soeprapto Cepu. Pemerintah Kabupaten Blora mendukung penuh standardisasi layanan ini agar aksesibilitas rujukan psikiatri di Kabupaten Blora semakin kuat dan terintegrasi,” ungkap Bupati. (HS-08)


