HALO KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, makin mematangkan rencana pengadaan dan perluasan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) / Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tanjungrejo, sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas TPA tersebut.
Persiapan perluasan lahan TPA tersebut, dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Kamis (2/7/2026).
Rapat yang diikuti perangkat daerah terkait untuk membahas kebutuhan penyediaan lahan, skema pengelolaan sampah ke depan, serta langkah percepatan penanganan TPA Tanjungrejo yang saat ini menghadapi keterbatasan daya tampung.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengungkapkan, perluasan lahan merupakan salah satu solusi, agar pengelolaan residu dapat dilakukan dengan sistem sanitary landfill, sehingga TPA tersebut lebih ramah lingkungan.
Saat ini, menurut dia, pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional.
Pemerintah harus menyiapkan solusi jangka panjang, yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Persoalan sampah harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Karena itu, kami mematangkan rencana pengadaan serta perluasan lahan TPA/TPST Tanjungrejo agar pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus semakin baik, memenuhi kaidah lingkungan, dan mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Bupati Sam’ani, seperti dirilis kuduskab.go.id.
Bupati menjelaskan, selain pembangunan sistem sanitary landfill, Pemerintah Kabupaten Kudus juga terus mendorong pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Untuk itu Pemkab Kudus membuka peluang kerja sama, baik dengan Pemerintah Pusat maupun investor dalam pengolahan sampah berbasis teknologi.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata dia.
Pemerintah Pusat, dunia usaha, maupun investor memiliki peran penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
“Namun, pemerintah daerah tetap harus menyiapkan lahan sebagai bentuk komitmen terhadap penyelesaian persoalan sampah,” lanjutnya.
Bupati juga menegaskan bahwa upaya pengurangan sampah dari hulu melalui edukasi masyarakat dan penguatan pilah sampah berbasis lingkungan tetap menjadi perhatian sehingga terwujud sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, mengurangi risiko pencemaran lingkungan, serta mewujudkan Kabupaten Kudus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (HS-08)


