HALO BANJARNEGARA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mendukung rencana pengembangan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanayasa, untuk mendirikan jenjang pendidikan Madrasah Aliyah atau setara Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dukungan diberikan karena Angka Partisipasi Kasar (APK), untuk jenjang pendidikan menengah atas di Kabupaten Banjarnegara, saat ini baru mencapai di kisaran angka 60 persen.
APK merupakan proporsi anak sekolah, pada suatu jenjang tertentu terhadap penduduk pada kelompok usia tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamendikdasmen saat menghadiri Pengajian Ahad Wage Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wanayasa di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Minggu (21/6/2026).
Fajar menilai, perluasan jenjang ini penting karena MBS Wanayasa sebelumnya baru menaungi tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara SMP.
Ia juga menjelaskan, berdasarkan data yang ada, APK Banjarnegara untuk tingkat SD dan SMP sudah tergolong baik.
Namun, tantangan ada di jenjang menengah atas, yang tingkat partisipasinya masih perlu ditingkatkan.
Langkah pendirian jenjang setara SMA di MBS Wanayasa ini, diharapkan dapat membantu menambah daya tampung siswa lulusan SMP di Kabupaten Banjarnegara.
“Artinya apa? Kita perlu memperbanyak putra-putri kita di Banjarnegara untuk mengikuti jenjang pendidikan SMA atau Madrasah Aliyah setelah selesai SMP,” ujar Fajar, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.
Untuk merealisasikan rencana ini, Wamendikdasmen berjanji akan mengomunikasikan kebutuhan pembangunan tersebut ke jajaran Kementerian Pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dari Presiden Prabowo Subianto yang memfasilitasi bantuan Unit Gedung Baru (UGB) atau Unit Sekolah Baru (USB).
Fajar juga meminta pemerintah daerah untuk mempermudah proses administrasi dan perizinan bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan yang ingin membantu mendirikan fasilitas pendidikan.
“Ketika ada kelompok masyarakat seperti Muhammadiyah, NU, maupun ormas keagamaan lainnya hendak mendirikan sekolah, harusnya dipermudah prosesnya. Jangan menjadikan sekolah swasta sebagai saingan sekolah negeri. Keberadaan sekolah swasta justru membantu pemerintah daerah menunaikan mandat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Fajar.
Ia pun mendorong seluruh lembaga pendidikan swasta di Banjarnegara untuk terus bergerak maju meningkatkan mutu dan akreditasi agar bertransformasi menjadi sekolah-sekolah unggulan yang kompetitif.
Pada kesempatan ini, Wamendikdasmen mengapresiasi PCM Muhammadiyah Wanayasa yang rutin menggelar tradisi pengajian selapanan (35 hari sekali) setiap Minggu Wage dan selalu dihadiri ratusan masyarakat.
“Saya berharap komitmen spiritual yang kuat ini terus selaras dengan semangat kolektif warga Muhammadiyah dalam merawat amal usaha di bidang pendidikan, sosial dan kesehatan,” katanya.
Pengajian yang diisi tausiyah Ustadz Zahrodin Fanani ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Banjarnegara, Ketua DPRD, Kepala Dindikpora, Ketua PD Muhammadiyah Banjarnegara dan Forkopincam Wanayasa. (HS-08).


