in

Rupiah Melemah, Inilah Upaya Pemprov Jateng Menjaga Nadi UMKM

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Semarang, Senin (8/6/2026). (Foto : Humas Jateng)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya, di tengah nilai tukar rupiah yang sedang melemah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM.

Sebab, UMKM menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Tengah sehingga perlu terus dibina agar lebih tahan menghadapi dinamika ekonomi. Apalagi, jumlah UMKM di provinsi ini mencapai 4,2 juta.

Bersarnya jumlah itu, lanjut dia, menjadi kekuatan penting dalam menjaga ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses permodalan, pendampingan, pengemasan produk, hingga pemasaran.

Selain modal, Pemprov Jateng juga mendorong penguatan kualitas produk agar UMKM lebih kompetitif. Pendampingan tersebut mencakup pembenahan packaging (pengemasan), pemasaran, hingga peluang masuk ke rantai ekspor.

“UMKM merupakan backbone-nya (tulang punggung) ekonomi Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi andalan kita, sehingga selalu kita bina,” ujar Luthfi, di sela-sela acara Rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Semarang, Senin (8/6/2026).

Walaupun begitu, terkait dampak pelemahan rupiah terhadap bahan baku, Luthfi mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri.

Dibukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari sektor jasa keuangan, perbankan,  pelaku usaha, dan lainnya.

“Kita harus gandeng BI, kemudian OJK, kemudian bidang usaha, kemudian bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan,” kata dia. (HS-08)

Pemprov Jateng Raih WTP 15 Kali Beruntun, Bukti Nyata Akuntabilitas Anggaran

Evaluasi di KDKMP Langenharjo Kendal, Tim BPKP Jateng : Sudah Operasionalisasi dan Harus Aktif Sosialisasi