HALO KENDAL – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan evaluasi atas operasionalisasi pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Triwulan II Tahun 2026. Evaluasi dilaksanakan selama 15 hari kerja, 2 – 23 Juni 2026.
Evaluasi di KDKMP Langenharjo, di kediaman Ketua, Didik Junaidi, Perum Griya Citra Indah Asri 1 Nomor 07 Kelurahan Langenharjo, Kendal, yang juga dimanfaatkan sebagai gerai koperasi sementara, Senin (8/6/2026).
Tim Evaluasi dari BPKP Jateng, Agus Sudrajad mengatakan, dari evaluasi yang dilakukan di KDKMP Langenharjo hasilnya yaitu sudah operasionalisasi dan ada keterlibatan masyarakat.
“KDKMP di Langenharjo ini sepanjang yang kami lihat itu sudah operasionalisasi dan ada keterlibatan masyarakat. Walaupun masih diperlukan langkah-langkah pengurus untuk meyakinkan warga menjadi anggota. Karena koperasi kan bukan inisiatif pengurus, tapi harusnya dari masyarakat,” ujarnya.
Agus merinci, evaluasi meliputi Sertifikasi Badan Usaha Koperasi, Nomor Induk Berusaha (NIB), Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Koperasi, Daftar Anggota Koperasi, Buku Simpanan Anggota.
Kemudian terkait Laporan Keuangan KDKMP meliputi, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Berikutnya terkait Pembukuan Akuntansi dan Keuangan Koperasi meliputi, Buku Simpanan Anggota, Buku Kas dan Bank (Buku Jurnal Umum), Buku Inventaris dan Aset Tetap, Buku Pembantu Piutang dan Utang, serta Buku Penjualan dan Buku Pembelian.
“Selanjutnya evaluasi terkait Dokumen Rencana Pengembangan Bisnis, dan MoU atau perjanjian kerja dengan Mitra Usaha,” beber Agus.
Untuk evaluasi keanggotaan disampaikan, saat ini jumlah anggota KDKMP Langenharjo yang di luar kepengurusan ada 18 orang, sedangkan untuk pengurus berjumlah delapan orang.
Sedangkan terkait dengan gerai yang masih menggunakan rumah warga, Agus mengaku akan memberikan laporan apa adanya kepada pimpinan BPKP.
“Kami berharap, para pengurus bisa lebih pro aktif dalam mensosialisasikan program-program, visi, manfaat, dan tata cara bergabung dalam koperasi. Langkah ini krusial untuk membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat dari tingkat desa atau kelurahan, serta menggerakkan potensi usaha lokal secara profesional dan mandiri,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KDKMP Langenharjo, Didik Junaidi mengatakan, saat ini anggotanya masih berjumlah 18 orang dan calon anggota sebanyak 6 orang, dengan jumlah pengurus 8 orang, terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ditambah 2 wakil ketua bidang, serta 3 dewan pengawas.
“Kami juga terus aktif melakukan sosialisasi, baik melalui media sosial maupun tatap muka, untuk menarik minat masyarakat menjadi anggota koperasi,” ujarnya.
Didik menyebut, selain menjadi mitra dari Patraniaga Pertamina sebagai pangkalan penyedia gas LPG 3 kilogram, KDKMP Langenharjo juga bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam penyediaan materai.
Dirinya dan para pengurus juga berharap, lokasi untuk pendirian KDKMP di Kelurahan Langenharjo bisa segera terealisasi, sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada anggota dan masyarakat.
“Alhamdulillah hasil pemeriksaan dan evaluasi BPKP Jawa Tengah untuk KDKMP Langenharjo sudah operasionalisasi dan ada dukungan dari masyarakat. Semoga ke depannya dengan keaktifan para pengurus yang ada ini, KDKMP Langenharjo terus didukung masyarakat dan jumlah keanggotaan bertambah,” ungkap Didik. (HS-06)


