HALO TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal, bersama RSUD dr Soeselo Slawi dan Yayasan Smile Train Indonesia, baru-baru ini menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing gratis dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal dan HUT Ke-78 RSUD dr Soeselo Slawi, di rumah sakit milik Pemda itu.
Sebanyak 39 peserta mengikuti operasi, terdiri atas 29 pasien anak-anak dan 10 pasien dewasa.
Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Tegal, sementara sebagian lainnya berasal dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, program operasi bibir sumbing gratis ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian kemanusiaan yang memberikan harapan baru bagi para pasien dan keluarganya.
“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Ischak, seperti dirilis tegalkab.go.id.
Menurutnya, operasi bibir sumbing menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyandang bibir sumbing dan celah langit-langit.
Ia juga berharap jumlah penderita bibir sumbing dapat terus berkurang dari tahun ke tahun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin, menjelaskan bahwa kondisi bibir sumbing dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari kesulitan makan, minum hingga berbicara.
Oleh karena itu, tindakan operasi menjadi langkah penting untuk membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
“Melalui operasi ini diharapkan pasien dapat memperoleh fungsi makan, minum, dan berbicara yang lebih optimal sehingga mampu menjalankan aktivitas secara normal,” jelasnya.
Sementara itu, Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal dan RSUD dr. Soeselo Slawi dalam mendukung program kemanusiaan.
Deasy menyampaikan bahwa Smile Train Indonesia saat ini bermitra dengan 81 rumah sakit di seluruh Indonesia dan membantu pelaksanaan sekitar 8.000 operasi bibir sumbing setiap tahunnya.
Salah satu peserta operasi, Farikhatun, warga Kecamatan Jatinegara, mengaku bersyukur karena anaknya, Muhammad Jazil Attaillah (3 tahun), berhasil menjalani operasi revisi bibir sumbing yang ketiga secara gratis melalui program tersebut.
Menurutnya, proses pendaftaran dan persyaratan yang diperlukan cukup mudah. Ia juga merasa senang melihat perkembangan positif pada anaknya yang kini tampak lebih percaya diri setelah menjalani tindakan operasi.
Kegiatan bakti sosial ini memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, di antaranya membantu pasien memperoleh penanganan medis secara gratis, meningkatkan kualitas kesehatan dan kemampuan berbicara pasien, menumbuhkan rasa percaya diri, khususnya pada anak-anak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui bakti sosial operasi bibir sumbing gratis ini, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama RSUD dr. Soeselo Slawi dan Smile Train Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Diharapkan para pasien dapat tumbuh sehat, lebih percaya diri, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (HS-08)


