in

Inovasi “Mikir Cermat” Ubah Pola Belajar SDN Klego 04 Kota Pekalongan, Nilai Rapor Pendidikan Melonjak

Kegiatan keterampilan siswa SD Negeri Klego 04 Kota Pekalongan. (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – SD Negeri Klego 04 Kota Pekalongan berhasil menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang signifikan, melalui penerapan inovasi bertajuk “Membangun Sekolah Pembelajar yang Aktif dan Reflektif” (Mikir Cermat).

Program tersebut dinilai mampu mengubah proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.

Inovasi yang digagas Kepala SDN Klego 04, Yeni Fisnani itu, lahir dari evaluasi terhadap capaian pembelajaran sekolah yang sebelumnya masih tergolong rendah.

Berdasarkan data Rapor Pendidikan tahun 2023, SDN Klego 04 memperoleh skor 47,67.

Pada tahun 2024, nilai tersebut meningkat menjadi 54,89, namun masih berada pada kategori sedang menuju rendah.

Menurut Yeni, kondisi tersebut dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional.

Proses belajar di kelas kala itu lebih banyak didominasi metode ceramah satu arah sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran.

“Sebelum adanya inovasi ini, guru belum terbiasa melakukan refleksi pembelajaran, sementara kolaborasi antar-pendidik masih sebatas kebutuhan administratif,” katanya seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Berangkat dari persoalan itu, ia kemudian merancang konsep “Mikir Cermat” yang menggabungkan pendekatan pembelajaran aktif melalui tahapan Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi (Mikir) dengan penguatan budaya reflektif bagi para guru.

Program tersebut juga disusun dengan mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022, serta Peraturan Wali Kota Pekalongan Nomor 59 Tahun 2022 tentang Sistem Inovasi Daerah.

Inovasi ini sekaligus mendukung upaya peningkatan profesionalisme tenaga pendidik sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota Pekalongan.

Penerapan program dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi masalah, pembentukan tim pengembang, penyusunan konsep, hingga pelaksanaan uji coba terbatas.

Hasilnya, budaya refleksi pembelajaran kini mulai tumbuh di lingkungan sekolah melalui kegiatan lesson study dan komunitas belajar guru.

Selain itu, berbagai produk pendukung juga berhasil dikembangkan, seperti Panduan Implementasi “Mikir Cermat”, “Jurnal Reflektif Guru”, hingga “Template Asesmen Formatif Reflektif”.

Berbagai perangkat tersebut dinilai mudah diterapkan dan memberikan dampak positif terhadap suasana belajar di kelas.

Ia mengungkapkan bahwa penerapan inovasi tersebut berhasil mendorong peningkatan capaian Rapor Pendidikan sekolah secara signifikan.

Skor sekolah yang sebelumnya berada di angka 54,89 kini meningkat hingga mencapai 69.

“Alhamdulillah, setelah penerapan ‘Mikir Cermat, kualitas capaian pembelajaran sekolah meningkat cukup pesat. Anak-anak juga menjadi lebih aktif dan terlibat dalam pengalaman belajar yang bermakna,” ungkapnya.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat terus diterapkan secara konsisten sebagai upaya menciptakan generasi pembelajar yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (HS-08)

 

 

Terjunkan Tim Pemeriksa, Pemkab Rembang Pastikan Daging Kurban Aman Dikonsumsi Masyarakat

Korban Dugaan Penipuan Agen Travel Umrah Lapor ke Polda Metro