in

Di Balik Kekhusyukan Haji, Timwas DPR Ingatkan Negara Tak Boleh Lalai Layani Jamaah

Ilustrasi ibadah haji. (Foto : baznas.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, perhatian terhadap kualitas pelayanan jamaah kembali menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026.

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengingatkan bahwa keikhlasan jamaah dalam beribadah tidak boleh dimanfaatkan dengan cara mengabaikan hak-hak dasar mereka.

Pesan itu disampaikan Sari saat mengunjungi jamaah di Hotel Lulua Al Masher No. 423, Makkah, Arab Saudi, Minggu (24/5/2026).

Di tengah suasana ibadah yang semakin padat menjelang Armuzna, dia menemukan sejumlah aspirasi dari jamaah, mulai dari variasi konsumsi hingga perhatian terhadap kesejahteraan petugas haji.

Meski tidak menemukan persoalan besar, Sari menilai masukan-masukan kecil tersebut tetap penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kualitas ibadah jamaah selama berada di Tanah Suci.

“Paling tentang variasi menu makanan, kemudian ada beberapa catatan yang utamanya mereka menginginkan perhatian terhadap kesejahteraan petugas,” katanya.

Menurutnya, kesejahteraan petugas haji tidak bisa dipisahkan dari kualitas layanan jamaah.

Petugas yang bekerja dalam kondisi prima akan mampu memberikan pelayanan maksimal, terutama menghadapi fase terberat ibadah haji yang membutuhkan mobilitas dan pengawasan tinggi.

Oleh karena itu, ungkapnya, seluruh aspirasi jamaah akan dibawa dalam pembahasan bersama Amirul Hajj dan Kementerian Haji Arab Saudi.

DPR, kata dia, ingin memastikan seluruh persoalan dapat diantisipasi sebelum puncak haji berlangsung.

“Tetapi yang pasti tidak ada satu pun orang yang kita tolerir yang memanfaatkan keikhlasan para jamaah dalam beribadah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan moral bahwa ibadah haji bukan sekadar urusan spiritual, tetapi juga tanggung jawab pelayanan publik.

Negara dituntut hadir memastikan jamaah memperoleh fasilitas yang layak, aman, dan manusiawi.

Sari menekankan bahwa jamaah Indonesia datang dengan niat tulus untuk beribadah.

Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji harus menjaga amanah tersebut dengan pelayanan terbaik.

“Keikhlasan itu tidak boleh kita manfaatkan dengan tidak memperhatikan kesejahteraan para jamaah, dengan tidak memperhatikan kelayakan para jamaah untuk beribadah,” ujarnya.

Di tengah cuaca ekstrem Makkah dan padatnya aktivitas menjelang Armuzna, kondisi kesehatan jamaah menjadi perhatian utama.

Timwas DPR berharap jamaah dapat menjalankan ibadah secara khusyuk dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.

“Harapannya para jamaah menjadi haji yang mabrur dan bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kurang satu apa pun,” kata Sari, yang juga politikus Partai Golkar tersebut.

Tegur Perokok

Sementara itu anggota Timwas Haji DPR RI lainnya, Saan Mustopa memberikan pengarahan langsung kepada jamaah haji Indonesia di pemondokan Makkah menjelang fase puncak ibadah haji (Armuzna), belum lama ini.

Dalam kunjungannya, Saan menyoroti peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini, khususnya terkait sistem pendataan, serta mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan dan ketertiban.

Saan mengapresiasi perbaikan manajemen pendataan jamaah pada penyelenggaraan haji 2026.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan evaluasi pada tahun-tahun sebelumnya, di mana keterlambatan distribusi kartu Nusuk (akses resmi ibadah haji) sempat memicu kepanikan di kalangan jamaah.

“Dulu banyak sekali yang belum dapat Nusuk saat sampai di Makkah. jamaah menjadi panik, takut keluar, dan khawatir dianggap ilegal jika diperiksa. Akhirnya mereka hanya berdiam diri di kamar,” ungkap Saan.

Selain itu, permasalahan pendataan di masa lalu juga kerap mengakibatkan suami dan istri terpisah tenda maupun hotel. Namun, Saan memastikan bahwa pada tahun ini, urusan pendataan dan Nusuk sudah relatif tuntas sejak sebelum keberangkatan. Hal ini dinilai sangat krusial agar jamaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman tanpa diganggu urusan administratif.

Mengingat jamaah akan mulai bergerak menuju Arafah pada hari Senin, Saan mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik. Cuaca di Makkah sangat terik, mencapai 45 hingga 46 derajat Celsius.

“Ini cuaca sudah sangat panas di sini, 45-46 derajat, lebih panas dibandingkan di daerah saya di Karawang. Tapi ini bagian dari ujian ibadah kita. Yang paling penting jaga kesehatan dan istirahat cukup, agar saat berangkat hari Senin nanti stamina kita dalam posisi fit dan segar bugar,” pesannya kepada para jamaah.

Dalam kesempatan kunjungan di Tower 905 tersebut, Saan juga menindaklanjuti keluhan dari seorang jamaah asal Bekasi terkait insiden yang mengganggu kenyamanan dan keamanan pemondokan.

Dilaporkan, terdapat jamaah yang merokok sembarangan di lorong hotel hingga memicu alarm kebakaran berbunyi. Saan menegaskan bahwa tindakan egois tersebut sangat membahayakan, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung karena bisa memicu syok.

“Ketika alarm hotel bunyi kan kaget. jamaah yang punya penyakit jantung atau lansia bisa-bisa jantungnya kumat. Kalau memang tidak bisa menahan untuk merokok, lebih baik turun dan keluar dari hotel, di pinggir jalan. Jangan di lorong karena asapnya ke mana-mana dan membunyikan alarm,” tegas Wakil Ketua DPR itu.

Sebagai penutup, Timwas Haji DPR RI meminta seluruh jamaah untuk memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan toleransi.

“Dalam situasi seperti ini kita tidak boleh egois. Harus dikesampingkan. Ingat bahwa ada yang sakit dan ada lansia yang juga ingin menjalankan ibadah haji dengan tenang,” tutup Politisi Fraksi Partai NasDem itu, seraya mendoakan seluruh jamaah meraih predikat haji mabrur dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat.

Lebih Disiplin

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), anggota Timwas Haji DPR RI 2026 Hidayat Nur Wahid, mengingatkan jamaah haji Indonesia untuk lebih disiplin menjaga kondisi fisik, mental, serta memperkuat koordinasi antarkelompok jamaah di tengah semakin padatnya Kota Makkah.

Pesan itu disampaikan Hidayat saat melakukan kunjungan pengawasan di Future Light Hotel Sektor 9 Misfalah, Makkah, baru-baru ini.

Menurutnya, fase menjelang Armuzna merupakan periode paling krusial karena kondisi fisik jamaah mulai menurun akibat cuaca panas ekstrem dan tingginya aktivitas ibadah.

“Menjelang Armuzna memang semakin banyak sekali jamaah yang berkumpul di Makkah. Sementara jamaah pun juga mungkin sebagian daripada fisiknya sudah mulai capek,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Ia menilai langkah petugas haji yang meminta jamaah lebih banyak beristirahat di pemondokan merupakan keputusan tepat demi menjaga stamina menghadapi puncak ibadah haji yang membutuhkan energi besar.

“Saya apresiasi apa yang diputuskan agar jamaah kita pada hari-hari menjelang puncak Armuzna fokus untuk ibadah yang puncak itu, beristirahat di pondokan masing-masing, salat di pondokan masing-masing, tidak kemudian memaksakan diri untuk keluar pemondokan,” kata Politisi Fraksi PKS ini..

Hidayat secara khusus mengingatkan jamaah lanjut usia agar tidak memaksakan diri berjalan jauh menuju Masjidil Haram apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Kepadatan Makkah dan suhu tinggi, kata dia, meningkatkan risiko kelelahan hingga disorientasi bagi jamaah lansia.

“Tidak kemudian memaksakan diri untuk keluar pemondokan, ke Masjidil Haram yang mungkin jalannya tidak sangat dekat, sementara cuacanya sangat panas,” ujar Wakil Ketua MPR Itu

Selain menjaga kesehatan fisik, Hidayat meminta jamaah memanfaatkan waktu istirahat di hotel untuk memperkuat kesiapan spiritual dan mental menghadapi Armuzna. Ia mengingatkan agar waktu di pemondokan tidak dihabiskan untuk aktivitas yang kurang bermanfaat.

“Kalau berada di pondokan atau di hotel, agar jangan dipakai hanya untuk ngerumpi, apalagi untuk hanya habis waktu dengan gym atau dengan telepon,” ucap wakil rakyat dari Dapil Jakarta II ini.

Menurut dia, momentum menjelang Armuzna justru harus dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman ibadah haji, memperbanyak ibadah, dan menjaga stabilitas psikologis agar jamaah lebih siap menjalani rangkaian ibadah puncak.

“Kesempatan ini dimaksimalkan untuk mempersiapkan diri haji secara lebih maksimal. Baik dalam konteks kesehatan fisik termasuk juga kesehatan mental dan kesehatan psikis,” jelasnya.

Pernyataan Hidayat menjadi semakin relevan setelah adanya kasus anggota jamaah haji asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang dari pemondokan Future Light Hotel Sektor 9 Misfalah sejak 15 Mei 2026 dan ditemukan meninggal dunia di kawasan Jabal Kuday pada 22 Mei 2026.

Menurut Hidayat, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh jamaah maupun petugas haji tentang pentingnya komunikasi dan pengawasan, terutama terhadap jamaah lansia.

“Ini sebagai pelajaran, sebagai ibrah, tentang pentingnya betul-betul selalu menjaga kesehatan, pentingnya betul-betul selalu mengkomunikasikan dengan keluarga, dengan jamaah, dengan karom, dengan karu,” katanya.

Ia menekankan koordinasi antara jamaah, ketua rombongan (karom), ketua regu (karu), dan petugas haji harus diperkuat agar potensi jamaah tersesat dapat diminimalkan di tengah kepadatan Makkah menjelang Armuzna.

Di sisi lain, Hidayat juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mengajak keluarga untuk tetap tabah serta memanfaatkan waktu di Tanah Suci dengan memperbanyak doa.

“Kami sampaikan kepada ibu istri beliau agar mumpung masih ada di tanah haram, masih dalam gerakan haji, untuk memaksimalkan waktunya, memperbanyak doa dan bacaan Al-Quran untuk almarhum,” tuturnya.

Situasi menjelang Armuzna tahun ini memang menuntut kewaspadaan lebih tinggi. Selain kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara, cuaca panas ekstrem dan mobilitas yang tinggi menjadi tantangan utama penyelenggaraan haji. Karena itu, disiplin menjaga kesehatan, membatasi aktivitas fisik berlebihan, serta menjaga komunikasi antarkelompok jamaah dinilai menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah puncak dapat dijalani dengan aman dan lancar. (HS-08)

 

 

Kunjungi Boyolali, Anggota DPR Ini Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Jateng Aman Jelang Iduladha