HALO KENDAL – Kabupaten Kendal sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi berpotensi menjadi kota industri besar. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, saat berkunjung ke Kendal, Senin (18/5/2026).
Namun ditegaskan, di balik pesatnya perkembangan tersebut, pihaknya mengingatkan adanya ancaman ledakan permukiman dan munculnya kawasan kumuh jika tidak ditangani dengan baik.
“Pertumbuhan kawasan industri di Kendal telah mendorong tingginya mobilisasi penduduk menuju wilayah perkotaan. Kondisi itu dinilai harus diantisipasi melalui perencanaan tata ruang, penyediaan hunian layak, hingga pengendalian pembangunan permukiman,” tandas Fahri.
Ia menjelaskan, jumlah penduduk Kendal saat ini telah mencapai lebih dari satu juta jiwa, dengan sekitar 400 ribu kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 ribu keluarga telah memiliki rumah, namun sekitar 10 persen di antaranya masih tergolong rumah tidak layak huni (RTLH).
Pemerintah pusat, kata Fahri, saat ini tengah menyiapkan strategi penataan kawasan kumuh sekaligus pembangunan hunian baru, terutama rumah vertikal. Langkah itu dinilai penting mengingat ketersediaan lahan di Kendal semakin terbatas akibat perkembangan industri yang pesat.
“Kita ingin Kendal menjadi contoh penataan kawasan permukiman yang baik sehingga pertumbuhan industri tidak menimbulkan ketimpangan. Jangan sampai industrinya tumbuh, tetapi kawasan kumuh juga ikut bertambah,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wamen PKP juga menyoroti tingginya harga tanah yang berpotensi membuat para pekerja kesulitan memiliki rumah dekat tempat kerja.
“ondisi itu juga dapat memicu munculnya permukiman baru di daerah pinggiran yang minim fasilitas umum dan akses transportasi,” tandas Fahri.
Sementara, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kunjungan Fahri Hamzah ke Kendal juga untuk melihat langsung kondisi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) serta penanganan kawasan permukiman di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kendal, lanjutnya, akan menindaklanjuti berbagai arahan dari pemerintah pusat.
“Tadi banyak arahan dari Pak Wamen dan kami akan tindak lanjuti. Akan kami rapatkan terkait berbagai persoalan penanganan kawasan kumuh, termasuk pemukiman bagi para pekerja,” kata Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga mendorong pembangunan rumah vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan sekaligus upaya melindungi lahan pertanian produktif di Kabupaten Kendal.(HS)


