HALO TEGAL – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal, Jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal melaksanakan ziarah ke makam para leluhur daerah, dimulai dari kompleks makam Ki Gede Sebayu, baru-baru ini.
Ziarah dipimpin Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid dan jajaran Forkopimda.
Dalam keterangan yang disampaikan Pemkab Tegal, melalui tegalkab.go.id, Ki Gede Sebayu merupakan sosok yang dikenal sebagai pemimpin awal di Kabupaten Tegal.
Dia bukan hanya dikenang sebagai Juru Demung bergelar Tumenggung pada tahun 1601, tetapi juga sebagai tokoh yang berperan besar dalam membangun tatanan masyarakat.
Di masa itu, Ki Gede Sebayu dikenal mampu menempatkan masyarakat sesuai keterampilan yang dimiliki. Ada yang diarahkan menjadi perajin, petani, penenun, hingga pandai besi.
Dari tangan dinginnya, fondasi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Tegal mulai tertata.
Langkah rombongan kemudian berlanjut menuju makam Amangkurat Agung di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna.
Putra Sultan Agung Hanyakrakusuma yang juga Raja Keempat Kesultanan Mataram Islam itu, menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Tegal dan tanah Jawa pada masanya.
Perjalanan ziarah diteruskan ke Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, tepatnya di makam Ki Ageng Anggawana.
Sebagai Bupati Tegal kedua, Ki Ageng Anggawana dikenal berjasa dalam pengembangan wilayah, terutama di bidang pertanian, keamanan, dan tata kelola pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.
Di lokasi yang sama, rombongan turut berziarah ke makam Pangeran Purbaya, putra Sultan Agung sekaligus menantu Ki Gede Sebayu.
Keempat situs makam tersebut menjadi penanda perjalanan panjang Kabupaten Tegal yang tumbuh dari generasi ke generasi.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan bahwa tradisi ziarah makam leluhur bukan hanya agenda seremonial, melainkan momentum refleksi untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat semangat membangun daerah.
Menurutnya, memasuki usia ke-425 tahun, Kabupaten Tegal telah melewati berbagai dinamika dan tantangan. Salah satunya adalah berbagai bencana alam yang terjadi tahun 2025 di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, mulai dari banjir, tanah bergerak, hingga cuaca ekstrem yang sempat berdampak pada masyarakat.
“Melalui momentum Hari Jadi ke-425 ini, kami berharap Kabupaten Tegal senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana, serta masyarakatnya diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Ischak.
Di tengah prosesi yang berlangsung khidmat, masyarakat pun tampak ikut mengikuti jalannya kegiatan.
Ziarah makam leluhur ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal yang akan berlangsung sepanjang Mei 2026, menghadirkan beragam kegiatan budaya, religi, hingga hiburan rakyat sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Tegal. (HS-08)


