HALO DEMAK – Sesepuh Kadilangu, HR Muhammad Cahyo Iman Santoso beserta rombongan, sowan ke Bupati Demak Eisti’anah, di Pendopo Satya Bhakti Praja, baru-baru ini.
Tradisi pisowanan tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan harmonis antara ulama dan umaro yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Demak.
Agenda tersebut merupakan tradisi pisowanan dalam menyambut Grebeg Besar Demak.
Sebelumnya Bupati Demak bersama Wakil Bupati Muhammad Badruddin dan jajaran Forkopimda, lebih dahulu mengunjungi Kasepuhan Kadilangu di Pendopo Notobratan.
Dalam kesempatan itu, Sesepuh Kadilangu HR Muhammad Cahyo Iman Santoso menegaskan bahwa hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah harus terus dijaga sebagaimana warisan Sunan Kalijaga dan Sultan Raden Fatah.
“Warisan leluhur kita dulu, Eyang Sunan Kalijaga dan Sultan Raden Fatah, saling menjaga hubungan harmonis antara ulama dan umaro. Ini memang harus terus dilanjutkan,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.
“Dalam rangka Grebeg Besar ada prosesi penjamasan yang dilakukan oleh kasepuhan. Dari dulu memang kasepuhan yang melaksanakan penjamasan karena masih ada hubungan keluarga dan tradisi itu terus dijaga sampai sekarang”, terangnya.
Sementara, Bupati Demak Eisti’anah mengatakan tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.
“Ini sebagai bentuk rasa sayang dan sinergi antara pemerintah dengan para sesepuh. Apa yang telah ditinggalkan para pendahulu kita, yakni Kanjeng Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga, harus terus kita jaga sampai kapan pun,” katanya.
Bupati Demak juga mengungkapkan pihaknya meminta doa restu dan nasihat dari para sesepuh agar mampu menjalankan amanah dalam melayani masyarakat dengan baik.
“Kami meminta doa restu agar diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah melayani masyarakat. Tanpa nasihat dan doa dari para sesepuh, sesuatu yang mudah bisa terasa sulit. Namun dengan doa dan petunjuk beliau-beliau, insyaallah sesuatu yang sulit akan terasa lebih mudah,” imbuhnya. (HS-08)


