HALO BREBES – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meminta Pemerintah Pusat, melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung, untuk mempercepat penanganan banjir Sungai Babakan, khususnya di wilayah Ketanggungan dan sekitarnya.
Setiap tahun, banjir akibat luapan sungai di bawah wewenang Pemerintah Pusat itu selalu menghantui warga di sekitarnya.
Hal itu disampaikan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dalam audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung, serta jajaran OPD terkait di Pendopo Brebes, belum lama ini.
Paramitha menyampaikan, keresahan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Ia menuturkan, setiap memasuki musim hujan, warga di sejumlah wilayah kerap dihantui kekhawatiran akan luapan Sungai Babakan yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Setiap mendekati puncak musim hujan, kami benar-benar merasa cemas. Saya mohon dengan sangat agar upaya pengendalian ini bisa terus dipercepat,” ujar Bupati Paramitha, di hadapan Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Agus Kuncoro, seperti dirilis brebeskab.go.id.
Menurutnya, banjir bukan sekadar persoalan alam, melainkan menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin peristiwa banjir yang pernah merendam ratusan rumah dan lahan pertanian kembali terulang.
Paramitha juga mengingatkan dampak banjir sebelumnya tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan trauma berkepanjangan bagi warga. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat, Pemkab Brebes terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat guna mengawal setiap tahapan penanganan banjir.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan.
Saat ini, sejumlah upaya konkret telah dilaksanakan. Pemerintah Pusat telah menyalurkan bantuan 350 bronjong, sementara proses normalisasi tanggul tengah berjalan di beberapa lokasi rawan.
Selain itu, program besar penanganan Sungai Babakan dengan nilai investasi sekitar Rp270 miliar direncanakan berlangsung pada 2026 hingga 2028.
Program tersebut ditargetkan mampu melindungi ribuan rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan produktif.
Tak hanya itu, alokasi penggunaan alat berat untuk normalisasi sungai juga meningkat signifikan.
Jika sebelumnya hanya sekitar 5 persen, kini mencapai 50 persen, sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap penanganan banjir di Brebes.
“Ini momentum penting. Kami sangat berharap percepatannya benar-benar terjaga, karena bagi warga yang pernah terdampak, musim hujan berikutnya bukan sekadar soal cuaca, tetapi soal keselamatan,” tegas Bupati.
Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Agus Kuncoro menegaskan, pihaknya terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat melalui penanganan banjir yang komprehensif. Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada normalisasi sungai, tetapi juga mencakup penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu.
“Kami tetap hadir untuk masyarakat, meskipun dengan berbagai keterbatasan. Bahkan, kami mengalokasikan sekitar 50 persen sumber daya alat berat ke Brebes sebagai bentuk komitmen pelayanan,” jelasnya.
Agus menambahkan, penanganan banjir harus dilakukan dari hulu hingga hilir secara berkesinambungan agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, diharapkan upaya pengendalian banjir Sungai Babakan dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah pun memastikan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BBPJN Jawa Tengah, Asisten Sekda, BKPH Banjarharjo Timur, RPH Pamedaran, DPU Brebes, DPSDAPR, BPBD Brebes, Bapperida, DLH, Camat Ketanggungan, Kepala Desa Ketanggungan, KPS Masjaka, Hijau Lestari Indonesia (HLI), serta tokoh masyarakat. (HS-08)


