HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyambut positif dimulainya langkah awal pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall, sebagai bagian dari proyek strategis nasional perlindungan kawasan pesisir utara Jawa (Pantura).
Proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya jangka panjang mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi wilayah pesisir, termasuk Kota Pekalongan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu, yang digelar di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan tanggul laut raksasa di sepanjang Pantura.
Dalam arahannya, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan giant sea wall bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi strategis nasional untuk menjawab tantangan kompleks di wilayah pesisir.
Ia menyebutkan bahwa proyek ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 565 kilometer, mulai dari Banten hingga Gresik, mencakup berbagai daerah yang selama ini terdampak banjir rob, abrasi, dan perubahan iklim.
“Wilayah pesisir Pantura saat ini menghadapi tekanan yang semakin berat, terutama akibat penurunan muka tanah (land subsidence) dan kenaikan permukaan air laut. Di beberapa wilayah, penurunan tanah bahkan mencapai 1 hingga 20 sentimeter per tahun,” ungkap AHY.
Ia menambahkan, kondisi paling parah terjadi di kawasan Jakarta dan Semarang, namun sejumlah daerah lain, termasuk Pekalongan, juga mengalami dampak yang signifikan.
Dalam forum tersebut, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit H. Ashaf, kembali menegaskan pentingnya memasukkan Kota Pekalongan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan giant sea wall.
“Kota Pekalongan merupakan salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap banjir rob dan penurunan muka tanah, sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan,” bebernya.
Didit menjelaskan bahwa saat ini wilayah Pekalongan masih berada pada tahap mitigasi dan investigasi kondisi perairan serta kawasan pesisir.
“Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan sebelum proyek memasuki fase konstruksi, guna memastikan desain dan implementasi pembangunan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,”ungkapnya.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf yang hadir bersama Kepala Bapperida, Cayekti Widigdo dan Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Pekalongan dalam forum ini menunjukkan komitmen kuat daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyukseskan proyek strategis nasional ini.
“Pembangunan Giant Sea Wall merupakan solusi jangka panjang yang sangat krusial dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, abrasi, serta dampak perubahan iklim,” beber Wali Kota Aaf.
Ia menjelaskan, selama ini, berbagai upaya penanganan telah dilakukan secara bertahap, namun diperlukan langkah yang lebih besar dan terintegrasi untuk memberikan perlindungan yang optimal.
“Selain aspek perlindungan lingkungan, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah. Dengan meningkatnya keamanan wilayah pesisir, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih stabil, khususnya sektor perikanan, perdagangan, dan pariwisata,”katanya.
Lanjut Wali Kota Aaf menambahkan, tidak hanya itu, proyek ini juga membuka peluang pengembangan kawasan pesisir yang lebih produktif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Pihaknya optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta kolaborasi lintas sektor, pembangunan giant sea wall dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dinilai menjadi kunci utama dalam keberhasilan proyek ini.
“Dengan dimulainya langkah awal pembangunan tanggul laut raksasa ini, harapan besar pun tumbuh di tengah masyarakat pesisir, termasuk di Kota Pekalongan, untuk masa depan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan,” kata dia.
(HS-08)


