HALO PEKALONGAN – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, menegaskan kesiapan penuh untuk mengoptimalkan program pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, melalui penguatan kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan.
Hal itu sebagai wujud komitmen dalam memperluas akses pendidikan nonformal yang inklusif di Kota Pekalongan.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan nonformal, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal, termasuk warga binaan.
Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni menjelaskan bahwa bentuk kerja sama yang dijalankan mencakup penyelenggaraan pendidikan keaksaraan dan program kesetaraan.
“Kami berperan sebagai penyelenggara pembelajaran, mulai dari keaksaraan dasar hingga pendidikan kesetaraan Paket A, sementara pihak Lapas mendukung dari sisi fasilitas dan pendampingan,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dilengkapi dengan pembinaan keterampilan sebagai bekal kemandirian.
Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan sepanjang hayat yang menjadi landasan utama pendidikan nonformal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga binaan yang buta aksara, sekaligus memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki masa depan melalui pendidikan,” tandasnya.
Target program ini adalah warga binaan yang belum memiliki kemampuan keaksaraan maupun yang belum menuntaskan pendidikan dasar.
Pihaknya berharap melalui intervensi pendidikan ini, warga binaan mampu memiliki kepercayaan diri serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, menuturkan bahwa sinergi dengan SKB menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan.
Ia berharap kerja sama ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi proses reintegrasi sosial.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama yang telah diperbarui pada pertengahan Mei 2026 di Lapas Pekalongan, bersama instansi terkait lainnya.
Melalui kolaborasi ini, SKB Kota Pekalongan menegaskan perannya sebagai garda terdepan pendidikan nonformal yang inklusif, dengan harapan pendidikan dapat menjadi sarana perubahan bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik. (HS-08)


