in

Diduga Fosil Reptil Laut Purba Ditemukan di Grobogan, Buka Peluang Riset Baru

Penemuan yang diduga sebagai fragmen fosil reptil laut purba mengemuka dari wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

HALO GROBOGAN – Temuan yang diduga sebagai fragmen fosil reptil laut purba muncul dari wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Fragmen tersebut sementara diidentifikasi sebagai bagian gigi Plesiosaurus, kelompok reptil laut berleher panjang yang hidup pada era Mesozoikum.

Penemuan ini disampaikan oleh pendiri Balai Konservasi Artefak Desa, Dani Satria, pada Rabu (6/5/2026). Ia menyebut, fragmen tersebut ditemukan di antara pecahan batu kapur keras yang telah mengalami retakan alami.

“Struktur batuan yang terfragmentasi membuka kemungkinan adanya sisa organisme purba yang terperangkap di dalamnya. Secara morfologis, fragmen ini menyerupai pangkal gigi predator laut, terlihat dari penampang emailnya,” jelas Dani.

Secara ilmiah, Plesiosaurus dikenal sebagai predator laut dangkal yang aktif memburu ikan dan hewan bertubuh lunak seperti Cephalopoda. Reptil ini memiliki leher panjang dan tubuh ramping yang memudahkan pergerakan di perairan pesisir. Spesies ini diperkirakan punah pada akhir periode Kapur, bersamaan dengan peristiwa kepunahan massal yang juga mengakhiri dominasi dinosaurus.

Dani menambahkan, dugaan tersebut diperkuat oleh temuan sebelumnya di wilayah yang sama, yakni fosil yang diduga berasal dari kelompok Dyrosauridae. Kelompok ini merupakan kerabat buaya purba yang hidup pada rentang waktu yang beririsan dengan plesiosaurus.

“Hal ini membuka kemungkinan bahwa keduanya pernah hidup dalam ekosistem yang sama di perairan purba Jawa,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan fosil Nummulites di lokasi yang sama turut memperkuat indikasi lingkungan masa lalu. Nummulites merupakan mikroorganisme laut yang umum ditemukan di batuan laut dangkal, sehingga menjadi petunjuk penting kondisi geologis suatu wilayah.

“Kombinasi batu kapur, Nummulites, dan morfologi fragmen memberikan dasar awal yang cukup kuat. Namun, tetap diperlukan analisis lanjutan seperti uji petrografi dan komparasi morfologi untuk memastikan identitasnya secara ilmiah,” imbuh Dani.

Ia menilai, temuan ini berpotensi membuka peluang baru dalam kajian paleontologi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah yang masih relatif minim eksplorasi terkait reptil laut purba.

Jika hasil penelitian lanjutan mengonfirmasi dugaan tersebut, penemuan ini tidak hanya menambah data keanekaragaman hayati masa lampau, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang ekosistem laut purba yang pernah berkembang di wilayah Nusantara.(HS)

Investasi Menggeliat, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melesat 5,89 Persen

Dari Gerbong Gelap ke Meja Hijau: Kisah Penumpang Argo Bromo Anggrek Usai Tragedi Bekasi