in

Semangat Juang, Petani Tebu Blora Lapor ke Wapres

Para pengurus dan anggota APTRI Kabupaten Blora, datang ke Istana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, untuk mengungkapkan uneg-uneg terkait musim giling tahun ini yang kemungkinan tak bisa dilakukan oleh PT GMM Bulog di Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Para pengurus dan anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, seperti yang direncanakan, akhinya datang Istana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, untuk mengungkapkan kegundahan mereka, terkait musim giling tahun ini yang kemungkinan tak bisa dilakukan oleh PT GMM Bulog di Blora.

Sebelumnya, pada Senin, 27 April 2026 lalu, para petani itu juga datang ke Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian di Jakarta, untuk menyampaikan uneg-uneg mereka.

Dalam acara yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT Ke-53 HKTI itu, para petani tebu di Kabupaten Blora juga menyampaikan uneg-uneg mereka kepada Ketua Umum DPN HKTI, sekaligus sebagai Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono. Ikut menyaksikan, Menteri Bappenas RI, Rachmat Pambudy.

Para petani tebu menaruh harapan besar agar persoalan yang sudah menjadi musibah bagi para petani tebu di Kabupaten Blora tersebut segera dapat diatasi oleh para pengambil kebijakan di tingkat pusat.

Paling tidak, ada langkah nyata checking langsung ke pabrik gula PT GMM Blora biar tahu realita sebenarnya yang terjadi. Jangan hanya menerima laporan yang berbau Asal Bapak Senang (ABS).

Kemudian pada hari Rabu Legi, 29 April 2026, kembali nekat rombongan pengurus APTRI dan para petani tebu datang ke Kantor Sekretariat Wakil Presiden di Jl. Kebon Sirih No. 14, Jakarta.

Kehadiran mereka diterima oleh tim dari Kantor Wakil Presiden RI (Bagus, Benny, dan Angela) yang menangani langsung “Lapor Mas Wapres”.

Semua anggota rombongan diberi kebebasan menyampaikan segala macam aspirasi dan persoalan yang akan diberikan solusi. Suasana pertemuan berlangsung santai, gayeng, dan penuh nuansa kekeluargaan.

Diawali sambutan oleh Bagus dengan ucapan selamat datang, ia menginformasikan bahwa setiap hari laporan dari masyarakat kurang lebih mencapai 50 laporan yang masuk ke Lapor Mas Wapres.

Semua laporan tersebut dapat dipastikan akan segera ditindaklanjuti. Pengadu dapat melacak status pengaduan secara berkala melalui nomor WhatsApp khusus langsung ke Kantor Sekretariat Wakil Presiden.

Para pengurus APTRI dan petani tebu yang menyampaikan persoalan dan harapan kepada tim Lapor Mas Wapres, adalah H Sunoto, Anton Sudibdyo, Agus Joko Susilo, Khairul Anwar, Rara, dan Bambang Sulistya.

Di antaranya laporan tersebut meliputi, Pertama, renovasi pabrik gula PT GMM Bulog agar segera dilaksanakan dalam tahun 2026.

Kedua, reformasi total terhadap internal personel manajemen di PT GMM Bulog segera diwujudkan. Walaupun realita saat ini pegawai tidak tetap di pabrik gula PT GMM Bulog sudah dirumahkan dan pegawai tetap dipindah tugaskan ke seluruh kantor Bulog Kabupaten di Jawa Tengah dan Jatim, sehingga yang tertinggal hanya Satpam penjaga pabrik gula.

Ketiga, dalam musim giling 2026 pabrik gula PT GMM Bulog sudah tidak beroperasi lagi atau tidak melaksanakan giling tebu 2026 sebagai akibat dua buah boiler mengalami rusak berat sejak bulan September 2025. Sehingga pihak PT GMM Bulog secara mendadak menghentikan giling tebu 2025.

Keempat, sebagai dampak dari penghentian giling 2025 para petani mengalami kerugian lebih dari Rp500 miliar.

Kelima, komitmen Direktur Perum Bulog untuk membeli tebu petani franko pabrik gula GMM dengan harga pemerintah dalam masa giling 2026 tidak dipenuhi alias hanya PHP (Pemberian Harapan Palsu) dengan alasan belum ada dana untuk pembelian tebu. Sehingga lebih dari 30.000 petani tebu saat ini mengalami keresahan dan kebingungan hasil panen tebu mereka akan dijual ke mana. Luas lahan tebu di Kabupaten Blora saat ini sekitar 8.000 Ha. Di bulan Mei 2026 sudah mulai panen tebu.

Keenam, siapa yang harus menanggung utang para petani tebu sebagai akibat pabrik gula tidak bisa giling 2026. Sehingga saat ini muncul gerakan petani tebu tidak akan membayar utang ke pihak perbankan.

Di samping itu, apakah utang petani tebu sebagai akibat tebu yang tidak bisa ditebang sampai giling tebu 2025 berakhir bisa dipusokan alias utangnya diputihkan.

Ketujuh, memohon kepada Bapak Wakil Presiden agar menugaskan tim pencari fakta turun langsung cek ke Pabrik Gula PT GMM Bulog atau beliau mengagendakan kunjungan kerja istimewa di Kabupaten Blora untuk memberi solusi terhadap derita para petani tebu yang sudah 7 tahun mengalami penderitaan karena salah kelola yang dilaksanakan oleh pihak PT GMM Bulog.

Sehingga dapat diketahui fakta yang terjadi di lokasi, tidak sekedar menerima laporan ABS (Asal Bapak Senang).

Sebagai kelengkapan informasi, realita saat ini di Pabrik Gula PT GMM Bulog kalau malam hari sudah gelap gulita karena aliran listrik sudah diputus. Ada kesan kalau malam hari, pabrik gula itu menyeramkan. (HS-08)

 

 

Peringatan Hardiknas 2026 di Rembang Tampilkan Kreativitas Pelajar

Bupati Karanganyar Tegaskan Pendidikan dan Kolaborasi Kunci Kemajuan Daerah