HALO BATANG – Sebanyak 353 calon haji kloter 16 dari Kabupaten Batang, menjalani skrining kesehatan, setiba mereka di Embarkasi Donohudan Boyolali, Minggu (26/4/2026) pagi.
Sebelumnya, para calon haji itu diberangkatkan oleh Wakil Bupati Batang Suyono, dari Pendopo Kabupaten Batang.
Kepala Dinas Kesehatan Batang, Ida Susilaksmi menerangkan, petugas kesehatan dari Embarkasi Donohudan langsung mengecek kondisi kesehatan jemaah calon haji.
“Di Embarkasi Donohudan akan dilakukan pemeriksaan terakhir, mulai cek kesehatan fisik, laboratorium, termasuk bagi wanita dalam masa subur dilakukan tes kehamilan. Serta pemeriksaan TCM untuk memastikan seluruh jemaah istithaah,” terangnya, di Embarkasi Donohudan Boyolali, Minggu (26/4/2026), seperti dirilis batangkab.go.id.
Sedangkan untuk kloter 17 telah diberangkatkan oleh Wakil Bupati Suyono pada pukul 03.30 WIB, tiba di Embarkasi Donohudan pukul 07.30 WIB.
“Jemaah calon haji yang diberangkatkan sebanyak 354 mulai mengikuti skrining kesehatan secara bertahap,” ungkapnya.
Dikarenakan proses pengecekan kesehatan untuk kloter 16 masih berlangsung, maka jemaah kloter 17 menunggu beberapa waktu hingga seluruh proses usai.
Kerja Sama
Sebelumnya, pada saat pemberangkatan para calon haji dari halaman Pendopo Kabupaten Batang ke Donohudan, Minggu (26/4/2026), Wakil Bupati Batang Suyono berpesan agar para calhaj kompak dan saling bekerja sama.
“Keberangkatan Bapak/Ibu sekalian merupakan sebuah anugerah yang luar biasa, mengingat tidak semua orang mendapatkan kesempatan dan panggilan dari Allah SWT untuk bertamu ke Baitullah pada tahun ini. Penantian panjang dan perjuangan Bapak/Ibu sekalian kini berbuah manis dengan dimulainya perjalanan suci ini,” kata dia.
Dia berpesan agar semua calon haji senantiasa menjaga niat dan mengikhlaskan hati semata-mata karena Allah SWT.
Calon haji juga diingatkan untuk menghindari sifat-sifat yang dapat mengurangi nilai ibadah haji seperti rafats (berkata kasar), fusuq (berbuat maksiat), dan jidal (bertengkar).
“Fokuslah sepenuhnya pada rangkaian ibadah agar memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tegasnya.
Suyono juga menekankan pentingnya jemaah haji selalu menjaga kesehatan fisik, antara lain dengan tidak memaksakan diri melaksanakan kegiatan yang bersifat sunah, jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Menurut dia, energi harus tetap terjaga untuk rukun-rukun haji yang wajib, terutama saat wukuf di Arafah.
“Konsumsi air putih yang cukup dan ikuti arahan dari tim medis yang mendampingi,” kata dia.
Suyono juga meminta jemaah tetap menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia, selama berada di tanah suci, antara lain dengan menunjukkan karakter masyarakat Batang yang santun, rukun, dan suka menolong.
“Kerja sama dan kekompakan antarjemaah dalam satu kloter sangatlah penting. Saling menjaga dan saling mengingatkanlah layaknya saudara kandung selama di perantauan,” kata dia. (HS-08)


