HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas transportasi publik yang nyaman, modern, dan ramah lingkungan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peremajaan armada Bus Trans Semarang, khususnya di Koridor 4.
Agustina menegaskan, peningkatan layanan transportasi publik menjadi prioritas pemerintah kota guna mendukung mobilitas warga yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi publik yang nyaman dan ramah lingkungan bagi warga Kota Semarang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peremajaan tersebut, sebanyak 10 unit bus baru didatangkan untuk memperkuat operasional di koridor tersebut. Armada ini diproduksi oleh New Armada, yang dikenal dengan desain modern serta standar kualitas tinggi.
Saat ini, seluruh unit masih dalam tahap pengiriman dan akan menjalani serangkaian uji kelayakan sebelum resmi dioperasikan.
“Bus masih dalam proses pengiriman dan akan melalui uji kelayakan untuk memastikan aspek keamanan, kenyamanan, serta kesiapan operasional,” jelas Agustina.
Uji teknis ini menjadi tahapan krusial untuk memastikan armada benar-benar siap melayani masyarakat dengan standar layanan yang optimal. Pemerintah Kota Semarang berharap kehadiran armada baru ini mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
“Dengan peremajaan armada ini, kami berharap layanan semakin optimal dan masyarakat semakin nyaman menggunakan transportasi publik,” tambahnya.
Tak hanya itu, Agustina juga menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih baik dan ramah lingkungan.
“Pengembangan transportasi publik akan terus kami lakukan agar semakin terintegrasi dan mendukung lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.
Sebagai informasi, Koridor 4 Trans Semarang melayani rute strategis yang menghubungkan Terminal Cangkiran – Karangayu – Imam Bonjol – Halte Pemuda (Balai Kota) – Simpang Lima – hingga Stasiun Tawang (pulang-pergi), yang menjadi salah satu jalur vital bagi aktivitas warga di Kota Semarang.(HS)


