in

Semarang Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Usung Gerakan Bersih Masjid hingga Paket Wisata Terintegrasi

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat menghadiri Kirab Budaya KH Sholeh Darat di Lapangan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Minggu (19/4/2026).

HALO SEMARANG – Kota Semarang terus mematangkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XXXI 2026 yang akan digelar pada 11–21 September 2026. Berbagai langkah strategis disiapkan secara terstruktur, mulai dari penguatan sarana prasarana, kesiapan venue, hingga skema penyambutan kafilah dari seluruh penjuru Indonesia.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, salah satu program prioritas dalam menyambut ajang nasional tersebut adalah gerakan “resik-resik” tempat ibadah, khususnya masjid.

“Program ini bukan sekadar simbolis, tetapi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, hingga pengurus tempat ibadah,” ujarnya.

Kick off program dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (25/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Kegiatan ini akan berjalan berkelanjutan hingga mendekati pelaksanaan MTQ, dengan target seluruh masjid di Semarang dalam kondisi bersih, tertata, dan nyaman bagi para kafilah.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap rumah ibadah siap menjadi ruang yang layak dan menenangkan bagi para tamu dari seluruh Indonesia,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada kesiapan utama, Pemkot juga menyiapkan berbagai side event untuk memperkuat syiar sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Di antaranya Lomba Rebana Tingkat Nasional, Expo Kaligrafi Islami, Pameran Halal Food Semarangan, hingga IKM Awards yang akan digelar pada hari ke-3 hingga ke-7 pelaksanaan MTQ.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap, pemerintah juga menyiapkan paket wisata terintegrasi. Program ini mencakup wisata religi, heritage, hingga walk in tour yang dirancang untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan spiritual kota kepada para peserta dan pengunjung.

Pengembangan paket wisata tersebut melibatkan kolaborasi antara Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang nyaman, terkurasi, dan berkesan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan penguatan konsep destinasi wisata ramah muslim yang tengah dikembangkan, mulai dari peningkatan fasilitas ibadah, penataan kawasan wisata, hingga layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Kesiapan Semarang sebagai tuan rumah tidak hanya ditunjukkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan citra sebagai kota yang bersih, ramah, dan religius. Kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat—menjadi kunci sukses penyelenggaraan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Semarang optimistis mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. MTQ Nasional bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai keagamaan, mempererat persatuan, sekaligus mengangkat potensi daerah ke panggung nasional.(HS)

Kirab KH Sholeh Darat Dipastikan Berlanjut, Wali Kota Tegaskan Komitmen Rawat Warisan Budaya

Ahmad Luthfi Gandeng NU untuk Bersama Membangun Jawa Tengah